Tanjung Setia Pantai Eksotik di Barat Lampung

Advertisement

Hantu di Taman Kota Metro

Advertisement

Pada saat jalan jalan cari kuliner untuk santap malam di Kota Metro, hingga tiba di sekitaran taman kota. di saat itu juga ada sosok datang membawa ember bekas cat, tetapi pada sosok ini tidak wajar karena wajah dan pakaiannya menyerupai sosok hantu hantu yang sering muncul di televisi atau film. ya sosok yang tidak lain adalah kuntilanak lengkap dengan wajah yang pucat, mata besar dan rambut terurai berantakan serta berpakaian serba putih.. akan tetapi sosok ini tidak melayang melainkan berjalan layaknya manusia. sosok hantu itu menuju monument yang ada di tengah tengah taman kota tersebut. sosok hantu ini tidak begitu diperdulikan oleh orang orang di sekitar sana, seakan akan orang sudah tidak asing dengan sosok tersebut.

Peran dan Manfaat Besi di Dalam Tubuh

Advertisement
Besi dengan singkatan Fe (Ferro) di dalam tubuh terdapat sebagai komponen hemoglobin, myoglobin, dan cytochrome, terdapat juga pada enzim katalase dan peroksidase pada komponen- komponen tersebut besi sebagai porphyrin. Besi adalah unsur mikro (trace element) yang berperan penting dalam proses metabolisme tubuh yang berperan dalam tubuh pada proses respirasiseluler. Besi yang tersisa didalam tubuh berikatan dengan protein, sebagai protein penyimpan (dalam bentuk ferritin dan hemosiderin) dan bentuk transport (dalam bentuk transferin).

Manfaat Besi dalam Tubuh
1.    Peran senyawa yang mengandung besi didalam tubuh yaitu :
2.    Dalam  pengangkutan (carrier) O2 dan CO2,
3.    Pembentukkan sel darah merah,
4.    Sebagai katalisator pembentukkan betakaroten menjadi vitamin A,
5.    Sintesis collagen,
6.    Sintesis DNA,
7.    Detoksifikasi zat racun pada hepar,
8.    Transport elektron pada mitokondria, 
9.    Proliferasi dan aktivasi dari sel T, sel B dan sel NK.

Jumlah Besi di Dalam Tubuh
Jumlah besi dalam kompartemen tubuh yaitu dalam bentuk transferin 3-4 mg, hemoglobin dalam sel darah merah 2500 mg, dalam bentuk mioglobin dan berbagai enzim 300 mg, disimpan dalam bentuk feritin dan dalam bentuk hemosiderin 1000 mg. Tidak ada jalur fisiologis untuk pengeluaran Fe dari tubuh, sehingga absorbsi diatur secara ketat melalui duodenum proksimal. Pada keadaan normal tubuh akan kehilangan 1 mg besi per hari dan akan digantikan melalui absorpsi.

Absorbsi/ penyerapan besi akan meningkatkan bila dikomsumsi bersama dengan asam Askorbat (vitamin C ) yang banyak terdapat pada buah-buahan tertentu.

Faktor penghambat absorbsi besi diantaranya adalah pytat, besi berikatan pada senyawa fenolik (kopi, teh, sayuran tertentu, bumbu tertentu), magnesium dan kalsium ( misalnya dalam susu dan keju). Dalam diet sebagai besi heme (Fe3+) yang berasal dari hewani dan besi non heme (Fe2+) yang berasal dari nabati. Besi diabsorbsi dalam bentuk Fe2+, reduksi Fe3+ menjadi Fe2+ oleh enzim ferireduktase. Enterosit di duodenum proksimal berperan dalam absorbsi Fe. Besi diangkut dalam tubuh adalah dalam bentuk transferin. Konsentrasi Transferin dalam plasma sekitar 300 mg/dL.

Mekanisme absorbsi / penyerapan besi dalam tubuh adalah sebagai berikut :
1.    Intake besi dari diet dalam bentuk besi heme atau non heme yang penyerapannya diatur secara ketat pada duodenum proximal sehingga tubuh hanya kehilangan besi 1 mg/hari yang pengaturannya lewat absorpsi.
2.    Besi dalam bentuk Ferri (Fe3+) direduksi menjadi bentuk ferro (Fe2+) oleh ferireduktase yang terdapat pada permukaan enterosit. Enterosit terdapat pada permukaan duodenum proximal yang berperan untuk penyerapan besi. Adanya Vitamin C dalam diet mempermudah reduksi ferri menjadi ferro. Kemudian besi ferro diangkut kedalam enterosit menggunakan divalent metal transporter (DTM1).
3.    Besi dalam bentuk heme ( Ferro ) dibawa oleh pengangkut heme yang disebut Heme Transport (HT) ke dalam enterosit dan oleh Heme Oksidase (HO) , Fe2+ dibebaskan dari heme.
4.    Besi dalam enterosit, kemudian sebagian disimpan dalam bentuk ferritin dan sisanya berikatan dgn Feroportin (FP) untuk dibawa menembus membran basolateral.
5.    Feroportin (FP) dapat berikatan dengan Hephaestin ( serupa dengan Ceruloplasmin ) yang memiliki aktifitas feroksidase untuk dibawa ke aliran darah.
6.    Didalam plasma Hephaestin akan mengubah besi dalam bentuk ferro menjadi ferri yang kemudian berikatan dengan transferin yang merupakan protein pengangkut besi dalam plasma darah. 

Besi yang bebas tadi akan digunakan oleh sel / jaringan. Terdapat dua kelompok pemakaian besi, yaitu kelompok fungsional (80 %) : hemoglobin, myoglobin, sumsum tulang, dan enzim. Kelompok kedua yaitu kelompok cadangan (20%), disimpan dalam bentuk ferritin dan hemosiderin. Pada kondisi normal feritin menyimpan besi yang dapat diambil kembali untuk digunakan sesuai kebutuhan. 
Kekurangan besi dan Kadar Besi Normal di Dalam Tubuh Akibat defisiensi / kekurangan besi sebagian besar akan menyebabkan anemia normositik hipokrom.
Tanda-tanda lain adalah :
·         Terganggunya pembentukan eritrosit,
·         Terganggunya produksi kolagen, dan
·    Menurunnya pembentukan sel T, sehingga menyebabkan terganggunya respons lymposit terhadap mutagen dan antigen.
Kadar besi di dalam tubuh pada kondisi normal  nilai rata-rata besi didalam serum darah adalah 65 – 175 μg besi /100 ml serum.


Mengapa minum Kopi membuat Sakit Perut

Advertisement
Minum kopi adalah suatu sensasi yang sangat menyegarkan, kopi dengan rasa khas special yaitu pahit dan aroma yang menggelora membuat semakin ingin lagi menghirupnya. Apa lagi dikala musim hujan ini dan sambil mengiringi saat santai ataupun lagi penuh dengan kerjaan menumpuk, dengan adanya kopi seakan memberikan stimulus tambahan. Soo ternyata berbeda dengan temanku dia sangat menghindari kopi karen alasannya jika minum kopi membuat perut sakit selanjutnya menjadi mules-mules, kadang diare dan besoknya lemes. Sehingga sayapun mencari jawabnya apa sebenarnya terjadi dengan perut kawanku itu dan kok bisa berbeda denganku yang sangat menikmati kopi.

Ternyata di dalam kopi terdapat kandungan utama adalah caffein, kaffein inilah yang salah satu pemicu rasa sakit di lambung, selanjutnya apalagi efek kafein yang berhubungan pencernaan yuk kita simak artikel yang saya kutif dari blog drjjar (dot) blogspot (dot) com berikut ini:  Beberapa efek dari kopi selain membuat mata melek semaleman. Harus sangat diperhatkan bagi penderita Penyakit Maag (Dyspepsia) karena akan memicu untuk kambuhnya sakit mag-nya. Sebenarnya paling baik tidak usah minum kopi tetapi kalo kepingin dan butuh banget ya mau gimana lagi. Usahakan sedia obat maag jadi sewaktu-waktu kepingin minum kopi dan sakit perut kambuh bisa diobati segera. Sebenarnya masih banyak efek positif dan negatif dari kopi... Intinya tahu saat yang tepat untuk minum, tahu risikonya dan tidak berlebihan dalam meminum kopi.
Kafein memicu produksi Asam Lambung : kafein mempunyai efek meningkatkan sekresi asam lambung (HCl). Asam lambung yang meningkat merupakan faktor agressor yang merusak dinding lambung. Bila pertahanan dinding lambung lemah, misal karena memang sudah punya penyakit maag, maka iritasi bisa terjadi sehingga perut jadi nyeri.
Kafein meningkatkan motilitas usus :Gerakan usus yang meningkat dapat menyebabkan rasa mules bahkan diare. Apalagi kalo minum kopi pas penyakit maag-nya kambuh, tentu saja makin membuat perut perih melilit. Caffein menyebabkan peningkatan motilitas usus, termasuk gerakan kolon 4 menit setelah minum kopi. Bisa dipahami mengapa minum kopi pagi hari lalu seringakali mules dan jadi kepingin buang air besar.

Kafein mempermudah refluks gastroesofageal; Antara lambung dan esofagus terdapat otot sphincter esofagus superior yang menghambat kembalinya (reflux) isi lambung ke esofagus. Cafein terkait dengan gangguan fungsi klep ini, sehingga mempermudah isi lambung naik ke esofagus (seperti gumoh isi perut). Asam yang naik ke esofagus dapat membuat iritasi esofagus dan perasaan terbakar di dada (heartburn).

Belajar Tentang Elektroforesis

Advertisement
A.    Pengertian Elektroforesis
Banyak molekul biologis seperti asam amino, peptida, protein, nukleotida dan asam-asam nukleat memiliki gugus yang dapat engion sehingga bermuatan listrik, baik sebagai kation (+) atau anion (-). Bahkan senyawa yang non polar seperti karbohidrat dapat diberi muatan dengan derivatisasi misalnya sebagai senyawa fasfat.
Elektroforesis merupakan proses bergeraknya molekul bermuatan pada suatu medan listrik. Kecepatan molekul yang bergerak pada medan lisrtik tergantung pada muatan, bentuk dan ukuran. Posisi molekul yang terseparasi pada gel dapat di deteksi dengan pewarnaan atau autoradiografi, atau pun dilakukan kuantifikasi dengan densitometer.
Banyak molekul biologi bermuatan listrik yang besarnya tergantung pada pH dan komposisi medium dimana molekul biologi tersebut terlarut. Bila berada dalam suatu medan listrik, molekul biologi yang bermuatan positif akan bermigrasi keelektroda negative dan sebaliknya. Prinsip inilah yang dipakai dalam elektroforesis untuk memisahkan molekul-molekul berdasarkan muatanya. Oleh karena partikel sol bermuatan listrik, maka partikel ini akan bergerak dalam medan listrik. Pergerakan ini disebut elektroforesis. Jika sistem koloid bermuatan negative, maka partikel itu akan menuju elektrode positif
Elektroforesis adalah teknik pemisahan komponen atau molekul bermuatan berdasarkan perbedaan tingkat migrasinya dalam sebuah medan listrik . Medan listrik dialirkan pada suatu medium yang mengandung sampel yang akan dipisahkan. Teknik ini dapat digunakan dengan memanfaatkan muatan listrik yang ada pada makromolekul, misalnya DNA yang bermuatan negatif. Jika molekul yang bermuatan negatif dilewatkan melalui suatu medium, kemudian dialiri arus listrik dari suatu kutub ke kutub yang berlawanan muatannya maka molekul tersebut akan bergerak dari kutub negatif ke kutub positif. Kecepatan gerak molekul tersebut tergantung pada nisbah muatan terhadap massanya serta tergantung pula pada bentuk molekulnya. Pergerakan ini dapat dijelaskan dengan gaya Lorentz, yang terkait dengan sifat-sifat dasar elektris bahan yang diamati dan kondisi elektris lingkungan:
Fe = qE
F adalah gaya Lorentz, q adalah muatan yang dibawa oleh objek, E adalah medan listrik.
Secara umum, elektroforesis digunakan untuk memisahkan, mengidentifikasi, dan memurnikan fragmen DNA.
            Pergerakan molekul terutama tergantung di muatan yang ada pada permukaan partikel, tanda dan besarnya muatan pembawa oleh variasi group ionogenik. Tergantung kepada kekuatan molekul listrik dan pH dari medium dalam mengkateristik, sehingga pemisahan molekul dapat terjadi karena efek seleksi dan medium yang sesuai.
B.     Jenis Elektroforesis
1.      Elektroforesis kertas adalah jenis elektroforesis yang terdiri dari kertas sebagai fase diam dan partikel bermuatan yang terlarut sebagai fase gerak, terutama ialah ion-ion kompleks. Pemisahan ini terjadi akibat adanya gradasi konsentrasi sepanjang sistem pemisahan. Pergerakan partikel dalam kertas tergantung pada muatan atau valensi zat terlarut, luas penampang, tegangan yang digunakan, konsentrasi elektrolit, kekuatan ion, pH, viskositas, dan adsorpsivitas zat terlarut.
2.      Elektroforesis gel ialah elektroforesis yang menggunakan gel sebagai fase diam untuk memisahkan molekul-molekul. Awalnya elektoforesis gel dilakukan dengan medium gel kanji (sebagai fase diam) untuk memisahkan biomolekul yang lebih besar seperti protein-protein. Kemudian elektroforesis gel berkembang dengan menjadikan agarosa dan poliakrilamida sebagai gel media.
C.    Medium Pendukung
Elektroforesis untuk makromolekul memerlukan medium pendukung untuk mencegah terjadinya difusi karena timbulnya panas dari arus listrik yang digunakan. Gel poliakrilamid dan agarosa merupakan medium pendukung yang banyak dipakai untuk separasi protein dan asam nukleat. Efek penguapan juga dapat diturunkan minimal jika elektroforesis dilakukan di medium pendukung yang dicelupkan dengan larutan buffer. Pemisahan sempurna suatu campuran dapat terjadi efektif dalam zona tertentu.
Meskipun medium pendukung relatif stabil (inert), komposisinya mungkin akan menyebabkan penyerapan, migrasi elektron (elektro osmosis) atau penyaringan berdasarkan ukuran molekulnya, yang kesemuanya mempengaruhi kecepatan gerak senyawa.
1.      Cellulose asetat
Bahan ini menunjukan penyerapan minimal dan pemisahan yang jelas dari campuran dalam zona yang terpisah jelas. Oleh karena itu, komponen mudah dipisahkan dengan hasil yang baik. Bahan dengan jumlah sangat kecil memerlukan waktu pemisahan sempurna hanya satu jam, dibandingkan dengan elektroforesis kertas yang memerlukan waktu 1 malam.
Selulosa asetat kurang suka air daripada kertas sehingga buffer yang diserap juga lebih sedikit, sehingga pemisahan lebih baikdalam waktu lebih pendek. Dengan sedikitnya buffer yang terikat dalam keadaan arus tetap atau voltase tetap, akan terjadi panas yang lebih banyak.
Keuntungan lain adalah selulosa asetat tembus cahaya sehingga setelah pemisahan, dan pengecatan dapat dicuci dengan pembersih. Selulosa lebih sering dipakai untuk pemisahan protein darah termasuk glikoprotein, lipoprotein dan hemoglobin. 
2.      Larutan Buffer
Larutan buffer (penyangga) ini menstabilkan pH medium pendukung. Buffer juga dapat mempengaruhi kecepatan gerak senyawa karena beberapa hal, yaitu :
-          Komposisi
Buffer harus tidak mengikat senyawa yang dipisahkan karena akan mempengaruhi kecepatan gerak. Buffer borat dipakai untuk memisahkan karbohidrat, karena dapat membentuk gabungan yang bermuatan listrik dengan karbohidrat.
-          Konsentrasi
Dengan naiknya kekuatan ion buffer, jumlah arus listrik yang terbawa meningkat dan bagian aliran yang dibawa sampel menurun, sehingga memperlambat geraknya. Kekuatan ion tinggi dalam buffer akan meningkatkan arus keseluruhan sehingga panas juga meningkat, biasanya dipilih 0,05 -0,10M.
-          pH
Tingkat ionisasi asam-asam organik akan bertambah apabila pH bertambah, sebaliknya untuk basa-basa organik,oleh sebab itu tingkat kecepatan geraknya juga terpengaruh oleh pH. Kedua pengaruh dapat terjadi pada senyawa seperti asam aminoyang memiliki sifat asam dan basa.

3.      Medan elektrik
Apabila voltase diberikan diantara dua elektroda, arus ditentukan oleh tahanan dalam medium.
-          Voltase
Apabila jarak antara dua elektroda adalah 1 meter dan perbedaan potensial antara keduanya adalah V volt sehingga gradient potensialnya adalah V/1m. Kenaikan gradient potensial akan menyebabkan kecepatan gerak ion.
-          Aliran listrik
Arus aliran listrik dalam larutan antara dua elektroda disebabkan umumnya oleh ion buffer dan sedikit oleh ion dalam sampel. Kenaikan voltase akan meningkatkan jumlah muatan yang dipindahkan setiap detik kearah elektroda. Jarak yang ditempuh ion akan sebanding dengan  waktunya.
-          Tahanan
Medium elektroforesa menimbulkan pada aliran ion sebanding dengan jenis medium, jenis buffer dan konsentrasinya. Tahanan akan meningkat dengan bertambahnya jarak antara elektroda, namun berkurang dengan bertambahnya luas permukaan elektroda dan konsentrasi ion dalam buffer.

4.      Peralatan Elektroforesis
Alat elektroforesis terdiri dari dua bagian, yaitu bagian tenaga listrik dan elektroforesa. Bagian tenaga listrik menyediakan arus listrik searah yang stabil dilengkapi pengatur voltase maupun arus. Voltase rendah meliputi keluaran 0-500 V dan 0-150 A dengan voltase konstan atau arus konstan. Bagian elektroforesa terdiri dari elektroda, cadangan buffer dan pendukung medium elektroforesa dan tutup tembus pandang. Elektroda dapat dari stainless steel, tetapi adanya buffer dapat menyebabkan kerak, maka  elektroda platina lebih baik.
Dua wadah buffer masing-masing dibagi menjadi dua bagian yang saling berhubungan, satu tempat elektroda dan yang lain medium pendukung berhubungan dengan buffer. Ruang terpisah diperlukan supaya perubahan pH pada elektroda tidak mempengaruhi buffer yang menjenuhi medium.
5.      Aplikasi
Elektroresis voltase rendah dapat digunakan untuk pemisahan molekul besar    (BM > 1000) seperti peptide, protein dan asam nukleat. Pemisahan semalaman untuk komponen dengan berat molekul kecil sering memuaskan karena difusi berlebih, jadi komponen seperti asam amino lebih baik pada voltase tinggi.
Aplikasi elektroforesis banyak digunakan pada kesehatan dan Biokimia klinik, seperti analisa protein serum untuk mengetahui komponen yang abnormal dan perubahan rasio albumin dan globulin pada suatu penyakit.


Tips hidup Cerdas plus Sehat

Advertisement
Hidup sehat adalah dambaan semua insan di muka bumi ini, bayangkan saja jika kita memiliki segalanya: harta, tanah, istri yang cantik, anak yang banyak dan sebagainya, namun hal tersebut pasti tidak akan ada maknanya jika tubuh kita tidak sehat, atau selalu sakit-sakitan. Intinya rezeki yang paling utama salah satunya adalah hidup sehat. Jika sehat kita bebas mau melakukan apanpun, kapanpun semua kita. Dari itu mari kita selalu membiasakan hidup sehat dan serta cerdas.
Di lain sisi memang banyak keluhan kalau hidup sehat itu sulit, ya sejalan lah dengan makna hidup, mana ada hidup semudah membalikan tangan atau semudah keinginan kita. Semua perlu proses dan usaha. Jika terus ditekuni dan jalankan dengan serius, isyaallah nanti kita akan merasakan buah hasilnya. Bahkan menjadi kenimatan sendiri dalam menjalani rutinitas hidup sehat.  Kan ada Istilah all start is dificult jadi jangan takut untuk memulai dan mencoba. Yukk kita simak dan belajar hidup sehat sedini mungkin, berikut ini adalah beberpa kutipan tip untuk menjalankan hidup sehat :
1.  Selalu menjaga dan mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi seperti buah-buahan, sayuran, minum susu, sering mengkonsumsi ikan – ikanan, protein telur, daging atau madu. Bila anda suka memasak, minyak yang digunakan tidak boleh lebih dari 3x dalam penggunaan, agar omeganya tetap utuh. Jangan terlalu banyak mengkonsumsi makan berlemak, berpengawet, zat adiktif lainnya lebih baik anda mengkonsumsi buah dan sayur – sayuran.
2.  Hindari telat makan dan mengatur pola makan yang baik,  dengan cara selalu sarapan pagi, kemudian makanlah sebelum terasa lapar banget dan berhenti sebelum kenyang.
3.  Istirahat yang cukup agar metabolisme tubuh tidak terganggu, agar otak tetap menjadi tenang, jika tubuh lelah atau ngantuk makan istirahatlah dengan cukup dan sehat.
4.  Seringlah mengasah otak dengan menghafal sesuatu, mengerjakan teka teki dan quis cepat.
5. Cobalah untuk lebih teliti dan fokus dalam mengerjakan sesuatu, pastikan jangan terlalu terburu – buru dalam melakukan sesuatu, penuh konsetrasi dan tenang.
6. Biasakan untuk tidak panik dalam melakukan sesuatu, sabar tapi pasti.
7. Banyak baca dan open terhadap berbagai informasi, masukan, kritikan dan mengembangkan ide dengan diskusi dengan kolega.
8. Banyaklah minum air putih sebanyak – banyaknya, agar anda tidak kekurangan cairan tubuh.
9. Olahraga teratur, minimal 1 kali dalam seminggu, olahraga agar keluar keringat dan agar tubuh relek dan tidak cepat sakit. Olahraga yang paling ringan dan murah adalah jogging dan streching sendiri.
10. Ibadah teratur sesuai dengan kepercayaan dan keyakinannya karena akan membuat jiwa raga lebih tenang apabila dekat dengan sang Penguasa Jagat Raya.

Terima kasih semoga Bermanfaat, ditunggu masukan kritik dan saran semuanya... sebagai manusia tak akan henti hentinya untuk belajar dna belajar lagi sampai akhir hayat.


SIKLUS SEL

Advertisement
Siklus sel mengarah pada pembelahan sel. Dimana 1 sel akan menghasilkan 2 sel. Sel tumbuh dan replikasi, terjadi segregasi kromosom dan terjadi pembelahan sel.
Siklus sel terdiri dari 4 fase, tetapi hanya digambarkan 2 fase (S Phase dan M phase) karena kedua fase ini yang lebih jelas. Interfase selama ini dianggap fase istirahat, tetapi sebenarnya secara metabolism biokimia sel ini sebenarnya sangat aktif. Secara morfologi sepertinya tidak terjadi perubahan tetapi sebenarnya terjadi proses yang sangat komplek. Pada M phase (mitosis) merupakan bagian yang sangat kecil dari siklus sel. Pada tahap ini terdapat M phase dan interphase Tetapi pada mitosis merupakan bagian yang sangat spektakuler karena morfologinya sangat jelas, dimana kromosom terletak ditengah dan tertarik pada masing-masing kutub sehingga secara morfologi sangat jelas terlihat sehingga kita kira ini merupakan inti utama dari siklus sel. 




 Mitosis / nukleodivision / pembelahan nucleus tetapi juga diikuti pembelahan sitoplasma (cytokinesis)èSiklus sel terdiri dari 4 tahap: G1, S, G2 dan M. G merupakan fase gap. S sangat penting karena merupakan Sitodesis dimana terjadi replikasi DNA, M
Fase G1: aktifasi metabilik sel, duplikasi organela dan komponen cytosolik, mulai replikasi centrosome
Fase S: replikasi DNA. DNA perlu direplikasi karena akan menghasilkan 2 sel maka perlu digandakan terlebih dahulu supaya sel anaknya akan mendapatkan materi yang sama persis.
Fase G2: pertubuhan sel berlanjut, sintesis enzim dan protein, replikasi centrosome komplit (fase sebelum sintesis) merupakan fase persiapan sebelum fase berikutnya/mitosis.
Fase M: mitosis/pembelahan sel, pergerakan kromosom bisa diikuti dari tengah ke tepi, akan menjadi sitokinesis (1 sel menjadi 2 sel), integrin, nutrient status. Sehingga sel membelah atau tidak juga tergantung dari nutrisi, selain itu juga perlu banyak sinyal (reseptor). G0 dimana sel tidak membelah. Sel tidak selamanya membelah dan berhenti pada saat tertentu. Ada sel yang berhenti membelah (sel yang sudah berdiferensiasi) sehingga tidak kemampuan untuk membelah. Semua factor-faktor tersebut yang menentukan apakah sel dalam fase G0 atau akan membelah.
bPertumbuhan sel/siklus sel digambarkan sebagai jam, dimana banyak factor yang mempengaruhi: reseptor tyrosine kinase, reseptor G-protein, reseptor TGF- 
Siklus sel adalah proses duplikasi, 1 sel menjadi 2 dimana pada proses tersebut ada transmisi/ perpindahan dan terjadi penerusan sehingga diusahakan sel anak bisa sama. Supaya tidak berubah maka DNA harus direplikasi secara akurat. Genom kita ada sekitar 3 milyar. Supaya bisa meyakinkan maka siklus sel dilengkapi dengan berbagai macam komponen, salah satunya dengan check point. Dari fase ke G1 sebelum masuk S ada check point yang fungsinya untuk mengecek/ meyakinkan bahwa fase sebelumnya sudah selesai baru masuk fase berikutnya. Karena siklus sel berjalan satu arah dan tidak bisa kembali lagi, sehingga harus diyakinkan bahwa fase sebelumnya benar-benar sudah selesai baru masuk fase berikutnya.

Check point yang paling penting adalah start check point, karena sekali sel masuk melalui G1 ke S, maka sel tidak bisa kembali lagi atau sel itu mati. Restriction point (titik R): garis yang harus dilalui sel bila sel sudah masuk, maka tidak bisa kembali lagi. Dari G2 ke M pertanyaannya adalah apakah semua DNA sudah direplikasi? Kalau belum maka fase itu akan diperpanjang. Apakah lingkungan favorable/ mendukung (apakah ada factor lingkungan yang tidak memungkinkan). Fase M ke G1 kromosom sudah menempel pada benang spindle atau belum, kalau belum dilekatkan dulu baru mitosis. Mitosis fase yang paling pendek. Fase G1 merupakan fase yang paling lama bila ada sel yang rusak karena harus memperbaiki dulu. Fase S juga lama/panjang karena karena ada proses replikasi (harus menyalin ATGC yang panjang) sehingga waktunya tidak bisa kita tentukan.

Check point: konsekuensi bila check point rusak/ tidak ada dapat mengakibatkan adanya penggadaan sel yang berulang-ulang (endoreduplikasi) sehingga sel anakan bukan 2n tapi bisa 4n atau 8n. Check point diperlukan supaya sel bisa berjalan normal.

Bahaya Jika Suka Minum Air Es Selepas Makan

Advertisement
Meminum air panas selepas makan merupakan suatu anjuran, tetapi terbalik dengan minum air es pada saat atau selepas makan malah tidak dianjurkan hal ini disinyalir berhungan dengan SERANGAN JANTUNG!!!!. jika dipikir-pikir, mungkin ada benernya juga. Orang-orang China dan Jepang mengamalkan minum teh panas sewaktu makan. dan bukannya air ES. Mungkin sudah tiba masanya kita meniru kebiasaan minum air panas / hangat sewaktu menikmati hidangan!!!! Kita tidak akan kehilangan apa-apa, malah akan mendapat faedah dari kebiasaan ini. Kepada siapa yang suka minum air ES, artikel ini sesuai untuk anda baca. Memang enak dan segar minum air ES selepas makan, tetapi akan berakibat fatal !! Walau bagaimanapun, Air ES akan membekukan makanan berminyak yang baru kita makan. Ia akan melambatkan proses pencernaan kita. Bila lemak-lemak ini terbentuk di dalam usus, ia akan menyempitkan banyak saluran.

Ayo mari kita bongkar kebiasaan lama dengan mengubah dengan kebiasaan abru yang lebih sehat. Oke.. selamat mencoba.. bravoooo


Foto Street menuju Ke Gunung Anak Krakatau

Advertisement
Perjalanan praktikum lapangan mata kuliah Ekologi Tumbuhan mahasiswa FKIP Biologi Universitas Muhammadiyah Metro Lampung.  Berawal dari Kampus UM di Kota Metro menuju Dermaga Canti Kalianda, terus berlanjut menginap di pulau Sebesi dan pagi-paginya mengarungi lautan menuju gunung Krakatau. 

Selama Perjalanan saya abadikan dengan memotret aktivitas di mobil bis dan di sepanjang jalan. Ada kepuasan tersendiri jika bisa mendapatkan hasil gambar yang bagus dan menarik. berikut ini hasil haisl yang dapat saya jepretkan yukk kita simak ditunggu komentar dan masukannnya ya..

aktivitas di sawah saat pagi hari petani membawa kerbau ke sawah lokasi di sekitar kota Metro










mampir di SPBU isi BBM















Kondisi Cuaca yang kurang mendukung sehingga saat menaiki perahu susah sekali erapat di dermaga.





menuju pulau sebesi 




di di pulau sebesi 










dari pulau sebesi menuju Gunung anak Krakatau


merapat di gunung Anak Krakatau












Pulang.. sampai jumpa lagi Gunung Krakatau..