Bakteri sakazaki (Enterobacter sakazakii) Menyebabkan Radang pada Selaput Otak

Advertisement
Hebohnya berita bakteri sakazakii beberapa bulan lewat yang sempat meresahkan warga seluruh indonesia karena efek dari bakteri tersebut bisa merusak syaraf pada bayi, saat itu juga artikelku di shvoong dalam waktu beberapa bulan sudah capai ribuan pengunjung dan sekarang ini cerita tentang bakteri tersebut:

Bakteri sakazaki (Enterobacter sakazakii) adalah bakteri sejenis Enterobacteriacea, yang terdiri dari beberapa spesies bakteri yang ditemukan dalam pencernaan manusia, hewan dan dari lingkungan. Habitat alami Sakazakii tidak diketahui secara pasti. Bakteri dapat didekteksi berada di pencernaan orang yang sehat. Ia juga dapat ditemukan di pencernaan binatang dan juga di alam.

Mikroorganisme ini dapat berimplikasi kepada meningitis atau enteritis hususnya pada anak-anak. Dalam beberapa berita dilaporkan 20% - lebih dari 50% yang terkena penyakit tersebut meninggal. Sedangkan yang dapat bertahan dari penyakit tersebut ternyata pada ahirnya terjadi komplikasi gangguan saraf.

Enterobacter Sakazakii dapat menyebabkan penyakit pada semua umur. Tetapi dari beberapa laporan disebutkan bahwa pada bayi, terutama bayi yg kurang dari 1 tahun factor resikonya lebih tinggi. Dan yang paling berbahaya lagi apabila menyerang bayi baru lahir (kurang dari 28 hari), bayi prematur, bayi berat badan lahir rendah dan bayi yang imun-nya menurun. Bakteri tersebut disebut juga ES menyebabkan radang pada selaput otak dan usus serta jaringan seluruh tubuh dan gangguan pencernaan.

Susu formula yang mengandung bakteri berbahaya entrobakter sakazaki. ada tiga jalan bagaimana susu formula dapat terkontaminasi Enterobacter Sakazakii.
a) Bakteri dapat masuk lewat meterial yang dipakai saat produksi susu formula.
b) bakteri juga dapat masuk lewat kontaminasi formula atau bahan-bahan ramuan formula lain yang dimasukan kedalam susu formula setelah susu dipasturisasi
c) kontaminasi juga dapat terjadi lewat orang yang memberikan susu formula kepada bayi.
Sebenarnya Enterobacter sakazakii dapat dideteksi pada bebera berbagai makanan lain, tetapi serangan bakteri tersebut lebih sering melalui susu formula bubuk

Bayi yang disusui ASI (asi eksklusif) tidak pernah terkontaminasi Enterobacter sakazakii. penelitian yang ada hanya menyebutkan bawa 50-80% kasus kontaminasi bakteri sakazakii terjadi karena susu formula bubuk.

,

ARTIKEL YANG BERKAITAN