Menentukan Jenis Kelamin Anak Saat dalam Kandungan, serta cara - cara Mendapatkan Anak Laki-Laki atau Perempuan

Advertisement
FAKTA apa MITOS 
Jenis kelamin seorang anak selalu banyak didambahkan oleh sebagian orang tua, banyak cerita mitos dan keyakinan jika melahirkan anak yang jenis kelamin (contonnya anak cowok) diharapkan akan memberikan kebaikan juga buat kelaurga dan masyarakat kedepannya. Pada saat kehamilan sejumlah orangtua mulai menebak-nebak jenis kelamin bayi dalam kandungan. Cara terbaik mengetahui jenis kelamin janin adalah menunggu hingga kelahiran. Jenis kelamin bisa dilihat dari pindai pada usia kehamilan 20 minggu, tetapi yang terbaik adalah menunggu hingga bayi lahir.

Banyak mitos
yang menyebut bentuk tubuh atau kondisi yang dialami ibu hamil menunjukkan kelamin anak dalam kandungan. Ada mitos jika ibu memiliki kandungan yang membulat atau mendatar, mengidam makanan tertentu merupakan tanda bayi laki-laki atau perempuan. berikut kita cek berdasarkan penelitian yang telah dilakukan: dikutif dari beberpa sumber.

1. Berat badan ayah

Mitos:
Jika ayah ikut menggemuk selama kehamilan, itu pertanda seorang bayi perempuan. Tetapi jika berat ayah relatif tak berubah, bayi dalam kandungan laki-laki.
Fakta:
Pakar Denmark percaya berat badan ayah selama kehamilan mungkin dapat digunakan untuk mengira-ngira jenis kelamin janin. Dalam studi terhadap calon ayah ditemukan, hampir semua ayah yang bertambah gemuk saat istri hamil memiliki anak perempuan. Hanya lima dari ayah yang menggemuk memiliki anak laki-laki.

2. Ngidam

Mitos:
Jika calon ibu sangat menyukai makanan manis seperti cokelat dan gula, pertanda sang jabang bayi adalah perempuan. Tapi kalau ibu senang mengidam makanan asin, itu pertanda bayi laki-laki.
Fakta:
Para ilmuwan menemukan mengidam selama kehamilan hanyalah fenomena psikologis. Roy Pitkin, profesor kebidanan di University of California, mengungkapan, indera wanita yang makin sensitif menungkinkan akan lebih menyukai bau tertentu.

3. Bentuk perut

Mitos:
Jika tonjolan perut lebih rata atau melebar bayi dalam kandungan adalah perempuan. Sementara jika perut lebih 'mancung' itu pertanda hamil bayi laki-laki.
Fakta:
Ilmuwan percaya, bentuk perut saat hamil sangat ditentukan oleh otot bayi. Tidak ada bukti yang menunjukkan anak perempuan membuat perut melebar atau bayi laki-laki lebih diatas dalam rahim.
 
4. Wajah ibu
Mitos:
Jika wajah calon ibu bulat dan kemerahan selama kehamilan maka ia akan memiliki anak perempuan.
Fakta : Studi terbaru di Prancis menemukan bahwa ibu mengalami jerawat saat hamil, Hampir 90 persen melahirkan seorang bayi perempuan. semua wanita hamil akan mengalami kenaikan berat badan selama kehamilan.

5. Denyut jantung

Mitos:
Seorang bayi laki-laki memiliki detak jantung di bawah 140 denyut jantung per menit, sedangkan seorang anak perempuan lebih tinggi dari 140 kali permenit.
Fakta: Ilmuwan menemukan bahwa bayi perempuan memiliki detak jantung yang cepat, tetapi hanya setelah mereka lahir.

6. Payudara
Mitos
: Bila selama kehamilan payudara sebelah kanan membengkak lebih besar adalah pertanda anak laki-laki. Namun bila payudara kiri membengkak lebih besar, merupaka pertanda anak perempuan.
Fakta:
Perubahan hormon selama kehamilan yang tidak meningkatkan aliran darah serta adanya perubahan pada jaringan payudara membuat payudara bengkak, sakit dan lebih sensitif. Namun, para ilmuwan tak menemukan bukti dari perubahan payudara terkait dengan jenis kelamin bayi.

7. Morning Sickness

Mitos:
Jika Anda mengalami mual atau morning sickness selama kehamilan terutama trisemester pertama, itu pertanda janin perempuan. Namun jika Anda tidak mengalami atau hanya sedikit mengalaminya artinya janin adalah bayi laki-laki.
Fakta:
Ibu lebih cenderung mengalami morning sickness saat mengharapkan bayi perempuan. Sebuah studi terhadap satu juta wanita hamil di Swedia 1987-1995 menunjukkan, morning sickness menunjukkan wanita cenderung hamil anak perempuan. Dr Michael Swiet, dari Institut Obstetri dan Ginekologi di London, mengatakan: Mungkin morning sickness berhubungan dengan hormon. Dan, bayi perempuan bisa saja menghasilkan hormon yang memicu hal tersebut.

Tips Cara  Mendapatkan Bayi Laki-laki :
Hasil studi dapat membantu orangtua untuk mempengaruhi jenis kelamin anak mereka di masa depan. 

  1. Suami lebih banyak mengkonsumsi kafein dan minuman yang bersifat basa (seperti cola)
  2. Istri memperbanyak konsumsi daging dan makanan asin
  3. Sebelum hubungan seks suami mandi air dingin
  4. Hubungan seks dilakukan pada seperempat bulan, yang ditandai dengan bagian bulan yang terang di langit hanya seperempatnya
  5. Lakukan hubungan seks hanya pada malam hari, dan pada tanggal-tanggal ganjil (1,3,5 dan seterusnya)
  6. Posisi hubungan seks dengan berdiri atau posisi menyamping
  7. Istri harus mengalami orgasme terlebih dahulu.
  8. Sesudah hubungan seks, bilas vagina dengan larutan bikarbonat (soda). 
Tips cara Mendapatkan Bayi Perempuan :


  1. Dianjurkan makan ikan dan sayur hijau
  2. Istri memperbanyak makanan manis seperti permen dan cokelat
  3. Sebelum hubugan seks, suami terlebih dahulu mandi air panas
  4. Hubungan seks dilakukan pada saat bulan purnama
  5. Lakukan hubungan seks pada sore hari dan pada tanggal-tanggal genap (2,4,6 dan seterusnya)
  6. Dalam posisi hubungan seks perempuan di atas
  7. Suami harus mengalami orgasme terlebih dahulu
  8. Sesudah hubungan seks, bilas vagina dengan larutan yang bersifat asam.


Bagi pasangan yang berencana hamil dan mendambakan bayi perempuan, dianjurkan makan hijau dan nasi. Studi terbaru menemukan, wanita yang makan sayur, buah, dan nasi lebih cenderung memiliki anak perempuan.

Pada penelitian ilmuwan Belanda meminta 32 wanita yang memiliki anak laki-laki untuk mencoba diet tinggi kalsium dan magnesium. Para wanita diminta mengasup makanan seperti salad dengan keju susu kambing, sayuran yang direbus dan kue-kue beras. Mereka dibatasi dalam menyantap makanan kaya kalium seperti kentang dan pisang. Kalium dipercaya memperbanyak peluang terjadinya anak laki-laki.  

Seperti dimuat dalam Telegraph, para wanita juga diminta untuk melakukan hubungan seksual pada waktu tertentu dalam siklus ovulasi. Hasilnya, dalam studi selama lima tahun, 26 orang wanita melahirkan anak perempuan. Hanya enam yang melahirkan anak laki-laki. Para peneliti percaya bahwa diet wanita sebelum kehamilan adalah faktor terkuat menentukan jenis kelamin anak, hingga 80 persen.


Hasil penelitian sesuai dengan nasihat lama yang menyarankan asupan makanan tertentu seperti bayam, kacang-kacangan dan brokoli agar memiliki anak perempuan. Diperkirakan, kadar mineral dalam darah mempengaruhi sel telur sehingga lebih mudah menerima kromosom perempuaan dari pria. 

.

ARTIKEL YANG BERKAITAN