Penyebab Sakit Mag / Dispepsia

Advertisement


Sakit mag adalah keadaan dimana kumpulan gejala rasa tidak nyaman di perut yang dapat berupa nyeri, rasa terbakar/heartburn, kembung, sering bersendawa, mual dan muntah. Penyakit ini dapat berupa gangguan fungsional tanpa kelainan struktur, adanya peradangan (gastritis) atau sudah menimbulkan luka (ulkus peptikum). Risiko terkena penyakit ini bertambah bila seseorang mempunyai gaya hidup yang kurang baik. Sebenarnya apa penyebabnya penyakit maag? Gaya hidup yang seperti apa yang meningkatkan risiko?

Berikut ini penyebab – penyebab sakit mag : 

1. Pertahanan Dinding Lambung

Terdapat berbagai macam mekanisme pertahanan (defensif) yang melindungi dan menetralkan keasaman serta menginaktif pepsin. Mekanisme pertahanan dinding lambung berupa epitel pelapis dinding yang intak dan bertaut erat, sekresi mukus dan bikarbonat sebagai penetral asam, mikrosirkulasi darah yang menjaga integrasi epitel (yang mempengaruhi salah satunya prostalglandin). 

2. Asam Lambung (HCl) dan Pepsin

HCl atau Asam Klorida dihasilkan oleh sel parietal lambung, berperan dalam pencernaan dan pertahanan terhadap mikroba. Keasaman yang tinggi (pH sangat rendah bahkan mencapai 1) akan membunuh mayoritas mikroba yang masuk melalui makanan dan minuman. pH yang rendah ini juga akan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin yaitu bentuk enzim aktif pencerna protein. Yang menarik, bagaimana bisa dinding lambung tidak rusak dan tercerna oleh HCl dan pepsin?

3. Faktor yang meningkatkan sekresi HCl

Kondisi lapar dan dihadapkan pada makanan akan menstimulasi sekresi HCl. Bila seharusnya waktu makan tetapi tidak makan maka sekresi HCl yang meningkat tidak "dinetralkan" dengan adanya makanan. Kesaman isi lambung yang tinggi ini dalam jangka waktu lama dan berulang akan dapat menjebol pertahanan dinding lambung. Minuman tertentu seperti kopi (kafein), nikotin pada rokok, serta alkohol dapat meningkatkan sekresi HCl.Keseimbangan 

4. Faktor yang menurunkan pertahanan dinding lambung

Kebiasaan konsumsi obat-obatan anti nyeri, antiinflamasi dan antirematik golongan NSAID seperti asam mefenamat, antalgin (metampiron) dapat mempermudah terkena sakit maag. Obat jenis ini menghambat sintesis prostalglandin yang berperan dalam menjaga mikrosirkulasi dan sekresi mukus dinding lambung. Bila hal ini terjadi terus menerus akan menurunkan pertahanan dinding lambung.

5. Faktor Agresif dan Defensif 

Pada kondisi normal, terjadi keseimbangan antara faktor yang bersifat merusak dinding lambung (agresif) dan faktor pertahanan (defensif). Hal ini menjaga agar dinding lambung intak. Pada kondisi tertentu misalnya sekresi HCl yang meningkat sementara pertahanan lambung lemah maka dapat menyebabkan terjadinya iritasi dan akhirnya luka pada dinding lambung. Inilah yang menyebabkan gejala sakit maag.


Obat Maag

Obat maag diperlukan untuk mengurangi berbagai keluhan yang disebabkan maag dan mengurangi produksi asam lambung. Obat maag yang sering diresepkan dokter adalah :

1. Antasida. Antasida berfungsi untuk menetralisir asam lambung dan melindungi permukaan lambung dari asam lambung yang berlebihan. Antasida sebetulnya dijual bebas di apotik atau toko obat. Beberapa contoh antasida adalah mylanta dan promag.

2. Obat penghambat produksi asam : penghambat reseptor histamin-2. Obat penghambat reseptor histamin-2 (H-2 receptor blockers) berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung. Yang termasuk golongan obat ini adalah ranitidine, cimetidine, dan famotidine.

3. Obat penghambat pompa proton (proton pump inhibitor). Obat golongan pompa proton juga berfungsi untuk mengurangi produksi asam lambung. Yang termasuk obat ini adalah omeprazole, lansoprazole, dan esomeprazole.

4. Obat prokinetik. Obat golongan ini berfungsi untuk meningkatkan gerakan/motilitas otot lambung, sehingga asam lambung dapat lebih cepat masuk ke dalam usus. Obat tersebut juga dapat mengurangi muntah. Yang termasuk prokinetik adalah metoclopramide.

Berikut ini beberapa tips kesehatan yang dapat anda lakukan untuk mengatasi maag :

1. Eat smaller, more frequent meals. Makan porsi kecil (mengurangi porsi makan), tapi frekuensi makan lebih sering, sehingga kalori yang masuk kurang lebih sama dengan sebelumnya. Untuk mengatasi maag, dianjurkan untuk makan snack atau buah sekitar jam 10.00 dan jam 15.00, sehingga lambung tidak kosong. Hindari makan berlebihan atau porsi berlebihan sekali makan.

2. Pastikan anda sarapan, meski itu hanya sepotong roti/kue. Jangan biarkan perut anda kosong.

3. Hindari makanan/minuman yang menjadi pencetus maag. Makanan/minuman yang dapat mencetuskan maag adalah makanan berlemak, pedas, minuman berkarbonasi, kopi, dan alkohol

4. Kendalikan stres. Stres meningkatkan produksi asam lambung dan melambatkan kecepatan pencernaan. Karena stres bagi sebagian orang kadang tidak dapat dihindari. Namun cobalah untuk mengenali dan mengatasinya. Istirahatlah yang cukup, olah raga teratur dan relaksasi. Cobalah untuk mengisi waktu senggang dengan kegiatan keagamaan atau sosial.

5. Berhentilah minum alkohol, atau setidaknya menguranginya. Penggunaan alkohol dapat mengiritasi dan mengikis lapisan mukosa dalam lambung dan dapat mengakibatkan peradangan dan pendarahan.

6. Berhenti merokok. Merokok mengganggu kerja lapisan pelindung lambung, membuat lambung lebih rentan terhada gastritis atau tukak/luka di lambung. Merokok juga meningkatkan asam lambung, sehingga menunda penyembuhan lambung dan merupakan penyebab utama terjadinya kanker lambung. Ayo berhenti merokok.

7. Olah raga secara teratur.

8. Jangan minum obat antinyeri tanpa resep dokter.

9. Hindari konsumsi jamu pegal linu, jamu asam urat, atau jamu rematik. Bila anda memang sakit pegal-pegal, asam urat, atau rematik, berobatlah ke dokter.
dicopy dari : arisclinic.com

.

ARTIKEL YANG BERKAITAN