Pelangi Di Kala senja Itu !! Apa itu Pelangi???

Advertisement
Musim hujan sudah berlangsung, di saat saat senja sering sekali mata di manajkan oleh indahnya garis warna yang membentuk setengah lingkarang. pemandangan tersebut sangat indah dan cantik. sehingga terbesih dipikiran apa sebenarnya pelangi itu. Apakah salah teori yang selama ini aku pahami, ternyata itu memang benar adalah pembiasan warna tampak yang muncul membentuk warna warni. berikut ini gambar yang saya abadikan serta artikel pengertian pelangi dan sejarah difinisi pelangi. : 






Pelangi adalah kumpulan warna yang membentuk garis sejajar yang sangat indah, warna pelangi terdiri dari : merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu,  yang biasa disingkat MiJiKuHiBINiYu. Pelangi juga sering disebut bianglala.  Pelangi sering sekali muncul pada saat hujan atau gerimis pada saat itu juga matahari masih bersinar sehingga menimbulkan biasan warna dari cahaya mata hari tersebut. Hal ini terjadi karena adanya busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air. Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Pengertian Pelangi dari masa ke masa
Difinisi pertama tentang pelangi oleh Aristoteles.  Pada masa hidupnya (384-322 tahun sebelum masehi) Aristoteles menyebutkan bahwa pelangi adalah refleksi cahaya matahari yang dipantulkan awan.
 Selanjutnya definisi pelangi dari Aristoteles disempurnakan oleh Alexander dari Aphrodisias. Pada tahun 200 masehi, dia menemukan perbedaan warna langit yang di dalam lengkung pelangi, dan di luar lengkung pelangi. Menurut dia, langit di dalam lengkung lebih gelap dibanding yang di luar lengkung. Wilayah langit yang gelap ini pun kemudian dinamai Lingkaran Gelap Alexander.

Pada masa yang berbeda pengertian pelangi menurut Roger Bacon pada tahun 1266 bahwa posisi pelangi berada di sudut 42 derajat. Selanjutnya Di tahun 1304 seorang pendeta dari Jerman, Theodore Freiberg meyakini bahwa setiap hujan di awan punya pelangi sendiri. Dia buktikan hipotesisnya ini dengan pantulan cahaya matahari saat terjadi pelangi di botol melingkar.

Ahli fisika Newton pada tahun 1666 mendifinisikan pelangi selanjutnya perbedaan warna pelangi terjadi karena perbedaan panjang gelombang cahaya matahari yang dipantulkan oleh awan. Dia juga berhasil menemukan ukuran ketebalan pelangi, yakni 2 derajat 15 menit.

Selanjutnya perkembangan beberapa ilmuwan kemudian menyebut soal angka busur pelangi. Konsep ini tidak bisa dijelaskan oleh temuan Newton. Pada tahun 1803 Thomas Young menunjukkan bahwa gelombang yang berasal dari dua sumber gelombang menghasilkan perbedaan terang dan gelap di sekitar pelangi.  Pada tahun 1815, David Brewster mengungkapkan bahwa pantulan cahaya matahari yang menghasilan pelangi itu sepenuhnya terpolarisasi. 

ARTIKEL YANG BERKAITAN