Situs Purbakala Megalitikum Batubrak Lampung Barat

Advertisement
Situs purbakala pada zaman Megalitikum ini dinamakan BATUBRAK terletak di kecamatan Kebun Tebu Kabupaten Lampung Barat, di situs ini berupa macam-macam bentuk batu yang tertanam di tanah sebagian, mungkin itu juga sehingga dikatakan batubrak.  situs ini sangat penting bagi ilmu pengetahuan terutama ilmu sejarah, yang merupakan kekayaan alam Indonesia yang harus dijaga dan dilestarikan.


Sudah lama niat untuk berkunjung ke situs peninggalan pada zama purbakala ini, tapi selalu terkendala waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya kali ini bisa juga menginjakan kaki ke situs megalitikum ini. Berikut ini gambar gambar hasil jalan-jalan ke situs Situs Purbakala Megalitikum Batubrak Lampung Barat. 















   

Sumber foto : Rasuane Noor 

Berikut ini artikel tentang MEGALITIKUM yang saya copy dari Blog : http://epri-wismark.blogspot.com/

Pengertian Megalitikum 
Megalitikum berasal dari kata mega yang berarti besar, dan lithos yang berarti batu. Zaman Megalitikum biasa disebut dengan zaman batu besar,karena pada zaman ini manusia sudah dapat membuat dan meningkatkankebudayaan yang terbuat dan batu-batu besar. kebudayaan ini berkembang dari zaman Neolitikum sampai zaman Perunggu. Pada zaman ini manusia sudah mengenal kepercayaan. Walaupun kepercayaan mereka masih dalam tingkat awal, yaitu kepercayaan terhadap roh nenek moyang, Kepercayaan ini muncul karena pengetahuan manusia sudah mulai meningkat.


PERIODISASI ZAMAN MEGALITIKUM

Menurut Von Heine Geldern, kebudayaan Megalithikum menyebar ke Indonesia melalui 2 gelombang yaitu :

1. Megalith Tua menyebar ke Indonesia pada zaman Neolithikum (2500-1500 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Kapak Persegi (Proto Melayu). Contoh bangunan Megalithikum adalah menhir, punden berundak-undak, Arca-arca Statis.

2. Megalith Muda menyebar ke Indonesia pada zaman perunggu (1000-100 SM) dibawa oleh pendukung Kebudayaan Dongson (Deutro Melayu). Contoh bangunan megalithnya adalah peti kubur batu, dolmen, waruga Sarkofagus dan arca-arca dinamis. 

Apa yang dinyatakan dalam uraian di atas, dibuktikan dengan adanya penemuan bangunan batu besar seperti kuburan batu pada zaman prasejarah, banyak ditemukan manik-manik, alat-alat perunggu dan besi. Hasil kebudayaan megalithikum biasanya tidak dikerjakan secara halus, tetapi hanya diratakan secara kasar dan terutama hanya untuk mendapatkan bentuk yang diperlukan.


KEBUDAYAAN MEGALITIKUM

Peninggalan kebudayaan megalithikum ternyata masih dapat Anda lihat sampai sekarang, karena pada beberapa suku-suku bangsa di Indonesia masih memanfaatkan kebudayaan megalithikum tersebut. Contohnya seperti suku Nias.

Benda-benda hasil dari budaya Megalitikum antara lain.
  1. Menhir adalah tugu sebagai tanda peringatan dan tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang dan melambangkan arwah nenek moyang.
  2. Dolmen adalah batu meja yang digunakan untuk tempat sesaji untuk tempat pemujaan kepada roh nenek moyang, ada juga yang dibawahnya terdapat kuburan. Dolmen yang cukup besar ditemukan di Pasemah dan Sumba (Nusa Tenggara)
  3. Sarkofagus atau keranda adalah peti jenazah yang terbuat dari dua bongkah batu besar berongga yang ditangkupkan, bentuknya ada yang seperti palung atau lesung dan mempunyai tutup untuk menempatkan jenazah. Bentuk sarkofagus di tiap daerah berbeda. Sarkofagus yang ditemukan di Minahasa (Sulawesi Utara) berbentuk rumah mini dan disebut waruga.
  4. Kubur batu adalah peti mayat dari batu pipih pada keempat sisinya berdinding papan-papan batu. Alas, dan bidang.
  5. Punden berundak-undak adalah bangunan tempat pemujaan terhadap roh nenek moyang yang tersusun secara bertingkat-tingkat.





ARTIKEL YANG BERKAITAN