Ternyata Indonesia Punya Tujuh Keajaiban (Seven Wonders of Indonesia )

Advertisement
1. DANAU TOBA

Indonesia pernah mengguncang dunia lewat letusan 3 (tiga) gunungnya, yaitu Toba, Tambora dan Krakatau. Debu yang mereka muntahkan ke angkasa menutup matahari dan membuat siang layaknya malam. Dari ketiga gunung tersebut, hanya Toba yang nyaris sepenuhnya hilang dan tak lagi berbentuk gunung. Namun ia tidak pergi tanpa warisan. Sebuah danau vulkanis terbesar sejagat kini mengisi tanah yang ditinggalkannya. Memiliki panjang 100 kilometer dan lebar 30 kilometer, Danau Toba adalah obyek wisata andalan Sumatera Utara sekaligus danau paling terkenal di Indonesia. Menyusuri danau menaiki perahu dan menyaksikan kehidupan masyarakat Suku batak adalah atraksi populer di sini.

2.PUNCAK JAYA
Pegunungan Jayawijaya membentang dari Papua Barat hingga Papua Nugini dengan puncak tertingginya berada di Sudirman range dan bernama Puncak Jaya (4.884 meter diatas permukaan laut). Dunia menjulukinya Carstensz Pyramid, diambil dari nama petualang asal Belanda, John Carstensz, yang pertama kali melihat adanya puncak bersalju di daerah tropis. Kabar itu ia wartakan di Eropa pada 1623, namu tak seorang pun mempercayainya. Daya tarik lain Puncak Jaya adalah mahkotanya yang diselimuti salju abadi. Sayangnya, akibat pemanasan global, lapisan esnya kian menyusut. Jika manusia tidak berhenti merusak bumi, bukan tidak mungkin salju di Puncak Jaya akan berakhir menjadi dongeng yang hanya bisa kita ceritakan ke anak cucu.

3. SITUS PURBAKALA SANGIRAN

Pada 1996, UNESCO menempatkan Sangiran dalam daftar Warisan Budaya Dunia. Situs seluas 48 kilometer persegi ini menyimpan puluhan ribu fosil purba—13 ribu telah ditemukan, dan 3000 diantaranya dipajang di Museum Purbakala Sangiran. Wilayah di sekitarnya dijuluki “Kubah Sangiran” menyimpan 65 persen fosil hominid purba di Indonesia dan 50 persen di dunia yang berusia lebih dari dua juta tahun.

Situs Sangiran ditemukan pada 1934 oleh paleontolog Gustav Heinrich Ralph von Koenigswald melalui artefak yang ditinggalkan Homo Erectus di Desa Ngebung. Pada masa purba, merujuk riset geologi, kawasan yang terletak 17 kilometer dari Solo ini sebenarnya merupakan hamparan laut. Perputaran bumi dan bencana alam kemudian mentransformasinya menjadi lapisan tanah yang kaya fosil, termasuk fosil binatang laut.
Atikel terkait : 7 (Tujuh) Museum Unik Bagi Si Kecil

4. CANDI BOROBUDUR

Candi yang terdaftar di World Heritage Site UNESCO ini pernah menjadi anggota 7 (tujuh) Keajaiban Dunia. Berdiri di Magelang, Jawa Tengah, Borobudur adalah salah satu candi Budha terbesar di dunia. Keunikan candi yang dibangun Raja Samaratungga ini tidak hanya terletak pada struktur bangunannya yang tersiri dari 10 (sepuluh) tingkat, tapi juga pada relief-relief di tubuhnya yang menyimpan makna kehidupan di muka bumi. Relief itu akan terbaca secara berurutan bila kita berjalan searah jarum jam.
Pada reliefnya, Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, Ramayana, selain menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Keseluruhan relief mencerminkan ajaran sang Budha. Karenanya, candi ini dapat dijadikam media edukasi bagi orang-orang yang ingin mempelajari Budha. Yang juga mengagumkan, Borobudur dibangun hanya menggunakan sistem interlock, layaknya balok-balok lego yang menempel tanpa lem ataupun semen.

5. KOMODO


Komodo adalah kadal terbesar di dunia yang hidup di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur. Pada 1991, UNESCO mengakui taman ini sebagai World Heritage Site, dan kini ia sedang berkompetisi di ajang New7Wonders of Nature.

Komodo adalah predator dengan kemampuan lengkap. Ia memiliki penciuman tajam, serta mampu berlari dan berenang. Senjata utamanya adalah air liur. Siapapun yang tergigit, jika tidak cepat diobati, kemungkinan besar akan tewas. Populasi komodo kini diperkirakan tinggal 2.700 ekor. Salah satu ancaman bagi kelangsungannya adalah kanibalisme dimana komodo dewasa menyantap bayi-bayi komodo.

6. BENTENG KERATON WOLIO


Dengan luas sekitar 22 hektare atau setara luas 36 lapangan sepakbola, benteng ini merupakan yang terluas di dunia. Pengukuhan rekor tersebut dilakukan oleh Museum Rekor Indonesia (MURI). Pesaingnya, Malbork Castle di Polandia, luasnya “hanya” 15 hektare.

Arsitektur Benteng Keraton Wolio menyerupai huruf dhal dalam abjad Arab. Panjangnya hampir 3 (tiga) kilometer dengan tinggi dinding rata-rata 4 (empat) meter. Ketebalan dindingnya antara 1,5 hingga 2 meter. Temboknya sengaja dibuat tebal guna menahan serangan meriam musuh.
Di dalam benteng terdapat 12 pintu gerbang (Jawa) yang melambangkan 12 lubang pada tubuh manusia. Tubuh manusia sebenarnya hanya memiliki 10 (sepuluh) lubang (termasuk pusar), tapi masyarakat setempat rupanya memasukkan juga lubang pori-pori kulit, serta membedakan antara lubang saluran urin dan sperma.
Berlokasi di Bau-Bau, Sulawesi Tenggara, Benteng Keraton Wolio merupakan peninggalan Kesultanan Buton yang dibangun pada abad ke-16 oleh Sultan Buton III La Sangaji. Di dalamnya berdiri Masjid agung Keraton (Masigi Ogena) yang dibangun Sultan Buton XIX Sakiuddin Durul Alam di awal abad ke-17.

7. ILA GALIGO
Sebuah naskah berisi epik mitos penciptaan dari peradaban Bugis yang ditulis di antara abad ke-13 hingga 15. Versi tertulis hikayat ini paling awal diawetkan pada abad ke-19, dimana versi-versi yang sebelumnya telah hilang akibat serangga dan cuaca. Akibatnya, tidak ada versi I La Galigo yang lengkap.

Banyak sumber menyebutkan naskah I La Galigo terdiri dari 113 naskah terpisah yang mencapai total 31.500 halaman, menjadikan karya sastra terpanjang yang dilahirkan manusia, mengalahkan Mahabarata dan Ramayana. Hikayat ini mulai dikenal khalayak internasional secara luas setelah diadaptasi dalam pertunjukan I La Galigo oleh Robert Wilson, sutradara asal Amerika.

Sumber Bacaan :
GARUDA MAGAZINE, MAY 2011 dikutif dari.pondokinfo.com

ARTIKEL YANG BERKAITAN