Bahan Tambahan Makanan yang Berbahaya Bagi Tubuh Manusia

Advertisement
Banyak sekali bahan tambahan makanan (BTP) yang dikonsumsi oleh masyarakat indonesia seperti Sakarin, siklamat, nitrit/nitrat, sulfit, BHA/BHT, benzoat, pewarna tekstil, kertas, dan cat (Rhodamin B), methanyl yellow, pewarna merah/ amaranth, Misalnya warna merah untuk makanan dengan rasa strawberry, oranye untuk makanan berasa jeruk dan lain sebagainya. Zat pewarna makanan yang berbahaya antara lain adalah alkanet, burnt umber, butter yellow, fast red e, rhodamine b.

bahan pewarna ini bukan untuk pewarna makanan. bahan-bahan tersebut biasa digunakan untuk tanah liat, untuk cat, tekstil, dan tinta. Bahan bahan ini semakin marak beredar luas. Oleh sebab itu kita harus bersikap kritis terhadap bahan tambahan pangan. Caranya antara lain adalah berusaha untuk tidak mengkonsumsi produk dengan BTP yang sama dalam jumlah besar secara terus menerus.

Ada juga bahan pewarna yang alami seperti kunyit, daun suji tetapi penggunaan bahan alami akantetapi mengakibatkan naiknya ongkos produksi dan juga sifat pewarna alami tidak homogen karena warna yang dihasilkan tidak stabil, sehingga banyaknya bahan makanan tambahan dari produk sentetis digunakan.

Bahan tambahan makanan merupakan bahan yang bukan secara alamiah merupakan bagian dari bahan makanan, tetapi terdapat dalam bahan makanan tersebut karena perlakuan saat pengolahan, penyimpanan atau pengemasan. Pemberian bahan makanan tambahan memiliki tujuan yang bermacam-macam yaitu Agar makanan yang tersaji tersedia dalam bentuk yang lebih menarik, rasa enak, rupa dan konsistensinya baik serta awet maka sering dilakukan penambahan bahan tambahan makanan yang sering disebut zat aditif kimia.

Bahaya dari Bahan Tambahan Makanan
Bahan tambahan makanan jika digunakan lebih dari ambang batas / jika tidak digunakan sesuai dosis dapat mengakibatkan bernagai gangguan kesehatan dan juga bisa membuat penyakit, apalagi bahan aditif buatan atau sintetis. Penyakit yang biasa timbul dalam jangka waktu lama setelah menggunakan suatu bahan aditif adalah kanker, kerusakan ginjal, dan lain-lain. Maka dari itu pemerintah mengatur penggunaan bahan aditif makanan secara ketat dan juga melarang penggunaan bahan aditif makanan tertentu jika dapat menimbulkan masalah kesehatan yang berbahaya.Pemerintah juga melakukan berbagai penelitian guna menemukan bahan aditif makanan yang aman dan murah

ARTIKEL YANG BERKAITAN