Mengapa Zat Adiktif Berbahaya Bagi Tubuh ?

Advertisement
Pengertian zat adiktif 

Zat adiktif adalah zat kimia, obat-obatan ataupun bahan-bahan aktif, baik zat yang bukan narkotika dan psikotropika tetapi menimbulkan ketagihan yang apabila dikonsumsi oleh organisme hidup dapat menyebabkan kerja biologi dan membuat ketagihan / ketergantungan yang sulit dihentikan, efeknya ingin menggunakannya secara terus-menerus yang jika dihentikan dapat memberi efek lelah luar biasa atau rasa sakit luar biasa. 

Contoh ZAT ADIKTIF seperti : kopi, rokok, alkohol dan lainnya. Ketergantungan terhadap zat tersebut bisa dapat menimbulkan rasa senang, perhatian, kesadaran dan akibat lainnya. Ketergantuan ini mempengaruhi sel-sel syaraf otak biasanya pada jalur kesenangan yaitu dopamine.
Zat adiktif dapat mempengaruhi otak dengan cara membuat orang merasa energik (stimulant) membawa rasa relaksasi (depressant) dan membuat orang berhalusinasi/ mengalami hal-hal yang nyata (Hallucinogent).

Jenis Obat Yang Berzat Adiktif secara umum kita kenal yaitu
1. Caffeine yang biasa terdapat pada kopi, teh, soda dan lainnya.
2. Nikotin, paling banyak terdapat pada rokok (tembakau)
3. Alkohol : terdapat pada minuman seperti wine, bir, soka, arak, sake dan lainnya.


Berdasarkan Undang-Undang No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika menyebutkan beberapa obat yang mengandung zat adiktif di antaranya adalah :
1. Amfetamin
2. Amobarbital, Flunitrazepam
3. Diahepam, Bromazepam, Fenobarbital
4. Minuman Beralkohol / Minuman Keras / Miras
5. Tembakau / Rokok / Lisong
6. Halusinogen
7. Bahan Pelarut seperti bensin, tiner, lem, cat, solvent, dll

Dampak / Efek yang Dapat Ditimbulkan Zat Adiktif

1. Efek/Dampak Penyalahgunaan Minuman Alkohol
Alkohol dalam minuman keras dapat menyebabkan gangguan jantung dan otot syaraf, mengganggu metabolisme tubuh, membuat janis menjadi cacat, impoten serta gangguan seks lainnya.

2. Efek/Dampak Penyalahgunaan Ganja
Zat kandungan dalam ganja yang berbahaya dapat menyebabkan daya tahan tubuh berkurang dan melemah sehingga mudah terserang penyakit dan infeksi serta memperburuk aliran darah koroner.

3. Efek/Dampak Penyalahgunaan Halusinogen
Halusinogen dalam tubuh manusia dapat mengakibatkan pendarahan otak.

4. Efek/Dampak Penyalahgunaan Kokain
Zat adiktif kokain jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan kekurangan sel darah putih atau anemia sehingga dapat membuat badan kurus kering. Selain itu kokain menimbulkan perforesi sekat hidung (ulkus) dan aritma pada jantung.

5. Efek/Dampak Penyalahgunaan Opiat / Opioda
Zat opioda atau opiat yang masuk ke dalam badan manusia dapat mengganggu menstruasi pada perempuan / wanita serta impotensi dan konstipasi khronuk pada pria / laki-laki.

6. Efek/Dampak Penyalahgunaan Inhalasia
Inhalasia memiliki dampak buruk bagi kesehatan kita seperti gangguan pada fungsi jantung, otak, dan lever.

7. Efek/Dampak Penyalahgunaan Non Obat

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita temui benda-benda yang disalahgunakan oleh banyak orang untuk mendapatkan efek tertentu yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan. Contoh barang yang dijadikan candu antara lain seperti bensin, thiner, racun serangga, lem uhu, lem aica aibon. Efek dari penggunaan yang salah pada tubuh manusia adalah dapat menimbulkan infeksi emboli. 

Beberpa artikel menyebutkan bahwa tambahan zat adiktif berupa rodamin B dan metamil yellow dalam minuman bisa menyebabkan gangguan pada fungsi hati, bahkan kanker. Rodamin B dan metamil yellow merupakan salah satu pewarna tekstil yang membangkitkan terjadinya kanker, dan penggunaannya dilarang keras di seluruh dunia. Untuk membedakan minuman yang mengandung pewarna tekstil dapat terlihat dari kejelasan warnanya. Biasanya pewarna tekstil itu bersifat metalik, dan umumnya senyawa metalik biasa digunakan sebagai daya tarik. produk-produk tekstil atau cat biasanya warnanya sangat nge-jreng atau lebih jelas karena memang agar orang yang melihat jadi tertarik.

,

ARTIKEL YANG BERKAITAN