Jalan-Jalan dan Diving Ke Pulau Balak Kabupaten Pesawaran Lampung

Advertisement
Kegiatan Field trip yang merupakan agenda tahunan Klub Selam Anemon dalam rangka bagian dari perekrutan anggota baru klub selam anemon 2012. Kegiatan tersebut ditujukan untuk pengenalan dan penyelam perdana bagi anggota baru klub selam tersebut. Pada tahun ini (2012) diadakan di pulau Balak Kabupaten Pesawaran Lampung tepatnya dekat daerah Bawang dan Punduh Pidada. Tahun - tahun sebelumnya sering dilaksanakan di pulau Tegal. terutama pada saat masih aktif di Klub selam anemon, Banyak Pengalaman menyelam dan kegiatan-kegiatan yang dilaksana saat saat masa kuliah di BIOLOGI FMIPA UNILA dulu.yang masih melekat di kepalaku sebagai lembaran kenangan dalam menggali potensi diri dalam menikmati Anugrah Ciptaan Maha Kuasa.


Segala peralatan dan perlengkapan untuk kegiatan di pulau tersebut sudah disiapkan oleh panitia (anggota klub selam Anemon) yaitu Peralatan selam (SCUBA), pelampung, tenda, peralatan untuk konsumsi, dan lainnya. sehingga saat berangkat saya sudah tinggal berangkat. Saat saya tiba di lokasi awal pemberangkatan, semua peralatan sudah di atas mobil truk. sekitar pukul 8:40 WIB, rombonganpun berangkat menuju pantai mutun, panitia sudah memboking perahu nelayan untuk berangkat ke pulau tersebut melalui via pantai mutun. Pemberangkatan ke pantau tersebut di bagi mejadi 3 kelompok, yaitu 10 orang menggunakan motor yang langsung ke daerah bawang dan menuju pulau menggunakan perahu nelayan di daerah pulau bawang tersebut, kelompok kedua menggunakan mobil angkot dan kelompok ketiga meggunakan mobil truk.  kelompok kedua dan ketiga ke pulau balak melalu via pantai mutun. Saya saat itu ikut rombongan dengan menggunakan mobil truk.






Sama seperti masa-masa dulu waktu ada kegiatan selam,  barang-barang perlengkapan diangkut ke kapal / perahu nelayan dari mobil. Sekarang terasa beda dengan masa dulu, karena saat dulu jumlah anggota klub lebih banyak dan saat kegiatan seperti ini, dalam mengangkut barang terasa cepat dan ringan.


Perjalanan di atas perahu cukup melelahkan karena hanya duduk di kapal dalam waktu lebih dari 3 jam, sehinggal bokong dan pinggal terasa pegal-pegal serta goyangan ombak yang sangat terasa, ditambah lagi seringnya percikan ombak membuat basah sebagian badan. selama perjalanan menuju pulau balak beberapa pulau dilewati seperti : pulau tegal, pulau puhawang, dan pulau yang lainnya karena saya tidak hapal nama pulau-pulau tersebut. suasana pemandangan laut yang memiliki beberapa warna, biru tua, biru mudah, kehijauan, putih, sesuai tingkat kedalam laut tersebut. serta bukit-bukit yang tampak tidak begitu jelas karena tertutup kabut. beberapa kali saya mendokumentasikan pemandangan yang dilewati saat itu.


Saat tiba di pulau balak, semua perlengkapan dan peralatan diturunkan dari kapal. rombongan pertama sudah tiba 1 jam lebih awal dari rombongan kita. mereka sudah mandi dan istirahat di pulau tersebut. tiba di pulau balak tersebut sekitar pukul 2-an siang saya langsung turun dan menunaikan ibadah zuhur.


Pemandangan di pulau balak sangat indah sekali:  pasir pantai memutih, pohon kelapa yang indah di tepi pantai, terumbu karang yang indah dan masih terjaga, serta ikan-ikan kecil yang begitu banyak menghampar di pinggir dermaga. ternyata pulau ini sudah menjadi milik pribadi, sayapun tidak tau siapa pemiliknya. di pulau ini tersedia rumah untuk disewakan /sejenis cottage sederhana. di pulau ini sudah ada penerangan listrik generator sehingga tidak takut gelap lagi, yang utama ada para penjaga pulau ini. sehingga akan aman ketika berlibur di pulau ini. sayapun tidak sempat menanyakan berapa sewa-nya karena semua sudah diatur oleh panitia.


 Kegiatan saya di sore menikmati matahari senja dan bermain pasir putih serta menikmati pemadangan yang ada, kemudian saya mandi di laut dan snorklingan (menikmati trumbu karang) bersama teman-teman yang lain. saat snorklingan, satu diantara teman-teman, kakinya terkena duri IKAN LEPOK. teman tersebut menjerit kesakitan dan sambil dibantu oleh teman-teman yang lain dibawah kepinggir, darah mengalir pada lukanya tepatnya dekat mata kaki, saat itu kaki berusaha dia angkat ke atas dengan asumsi dia, biar darahnya tidak keluar banyak, tetapi ada teman-teman yang lain menyarankan agar darahnya dibiarkan keluar agar racunnya ikut keluar. berbagai cara dilakukan teman-teman untuk membantu dia, ada yang membawa cairan cuka dan langsung disiram tempat luka tersebut, kemudian diberi karbon sisa batu baterai, serta diberi larutan obat tardisional yang diberi oleh penjaga pondok/ cottage tersebutdan dia dibiarkan untuk istirahat di pondok. walaupun saya kuliah di kedokteran tetapi saya kurang paham dalam memberi penanganan secara khusus untuk luka yang terkena duri ikan lepok. sedangkan untuk penanganan terkena duri bulu babi sudah sering membantu teman sejak dulu. sehingga saat pulang langsung searching di internet sehingga dapatlah artikel : Racun yang dihasilkan ikan beracun seperti ikan pari, ikan lepu (scorpionfish), ikan sembilang adalah racun yang heat-labile. Ini berarti racun ikan ini akan rusak bila terkena panas. Jadi cara yang paling jitu tentu saja dengan merendam bagian yang terkena dengan air hangat (suhunya kira-kira 45 derajat C), maksudnya jangan terlalu panas karena kulit dapat melepuh kalau terlalu panas. Lama perendaman adalah 30 sampai 90 menit. 


Setelah itu kemudian saya mancing sambil snorkling, sayang sekali saya mancing hanya dapat 1 ikan, biasanya waktu dulu sambil snorkling dan mancing saya dapat lumayan banyak, tetapi disini saat nyaris tidak dapat, kemungkinan karena ikannya sudah kenyang karena banyak sekali ikan-ikan kecil sebagai santapan ikan besar. pulau balak ini ternyata pulau ini terletak seperti dalam cekungan/teluk, namun angin terasa deras, serta arus gelombang lautnya agak berombak, sehingga saat saya mancing selalu goyang membuat ikan yang akan melahap umpan pancing saya, segera pergi.


Malam harinya saya banyak ngobrol dengan bapak nelayan (pengalaman pak nelayan begitu banyak ) dan renang malam (menyaksikan warna warni gemerlap plankton, dan bintang malam). kemudian siang harinya lagi jalan-jalan di tepi pantai, renang, snorkling dan menyelam (di kedalam 11 meter sempat terjadi gangguan sinus dan sedikit pendarahan di hidung).


Sebenarnya rasa kesal saat menulis artikel.karena sudah selesai dan panjang lebar ternyata laptobnya mati mendadak sehingga 70 % ini artikel hilang, terpaksa dah saya singkat gini karena saya langsung menulis di blogger. pesan saya semoga bermanfaat dan utamanya adalah dalam menjalankan aktifitas penyelaman kita tetap dalam keadaan siap fisik, siap mental dan menyelam sesuai kemampuan. serta harus siap dalam penanganan darurat seperti kram, emboli, terkena racun ikan, racun ular, duri bulu babi, dan lainnya.




ARTIKEL YANG BERKAITAN