Pengertian Luka, Macam Luka dan Pencegahan Luka serta Pertolongan Pertama pada Luka

Advertisement

Luka atau cedera   adalah sesuatu kerusakan pada struktur atau fungsi tubuh yang dikarenakan suatu paksaan atau tekanan fisik maupun kimiawi (wikipedia). Sedangkan menurut  Taylor (1997) Luka adalah suatu gangguan dari kondisi normal pada kulit. Menurut  Kozier ( 1995) luka adalah kerusakan kontinyuitas kulit, mukosa membran dan tulang atau organ tubuh lain. Luka juga dapat merujuk pada luka batin atau perasaan.

Ada beberapa tipe luka yang perlu kita ketahui :
1.     Luka sayat / luka potong / luka tusuk, adalah luka yang disebabkan oleh benda tajam. Luka ini dapat menembus kulit dan menyebabkan perdarahan. Tingkat kedalaman luka dan banyaknya perdarahan tergantung pada alat penyebab luka, besarnya trauma/benturan, dan bagian tubuh yang terkena. Contohnya luka tusuk di perut/dada karena perampokan/pembunuhan bisa fatal, tapi luka sayat di jari ketika memotong sayur biasanya ringan.
2.     Luka gores, adalah luka yang disebabkan goresan suatu benda yang sedikit tajam seperti kuku, tanduk, pensil, dan lain-lain.
3.   Luka lecet / abrasi, adalah sebagian kulit terkelupas dan umumnya tidak banyak perdarahan yang keluar. Luka lecet bisa disebabkan karena jatuh atau terpeleset.


Luka harus ditangani dengan baik untuk menghentikan dan mencegah perdarahan. Perdarahan yang banyak dapat berisiko mengancam nyawa. Penanganan luka juga bertujuan untuk mencegah infeksi selama proses penyembuhan luka.

Hampir setiap orang pernah mengalami luka dan berdarah. Pada anak-anak, luka sering terjadi karena berbagai sebab seperti terpeleset, terjatuh, berkelahi, dan lain-lain. Luka bisa ringan dan dapat ditangani sendiri di rumah, tetapi bisa juga serius sehingga memerlukan pertolongan dokter.

Cara Pencegahan Luka
Anak-anak yang aktif dan selalu ingin tahu mempunyai risiko lebih besar untuk terluka karena berbagai sebab. Untuk mencegah terjadinya cedera dan luka, jauhkanlah objek/benda berbahaya seperti pisau tajam, benda yang mudah pecah, dan senjata dari jangkauan anak-anak. Ketika mereka sudah cukup besar untuk menggunakan pisau dan gunting dengan sendirinya, ajari mereka bagaimana cara menggunakannya dengan benar dan peringatkan agar mereka berhati-hati ketika menggunakannya. Dalam interval waktu tertentu lakukan pengecekan ulang terhadap rumah, garasi, dan halaman rumah Anda. Jika Anda menermukan benda yang sekiranya berbahaya bagi anak Anda, letakkan benda-benda tersebut jauh dari jangkauan mereka.


Pertolongan pertama yang dapat kita lakukan apabila kita atau anak kita terluka :

  1. Tetap tenang. Melihat darah mungkin membuat panik sebagian besar orang, namun penting untuk tetap mengontrol diri tetap tenang. Anda akan membuat keputusan yang lebih baik jika Anda tenang. Kenali ringan-beratnya luka. Mengenali jenis luka sangat penting. Luka yang ringan dan tidak banyak perdarahan mungkin dapat anda tangani sendiri. Tapi jangan mencoba menangani sendiri luka yang serius dan banyak perdarahan. Meskipun demikian, pada luka serius anda tetap dapat melakukan pertolongan pertama dengan melakukan penekanan pada luka menggunakan kain/balut tekan untuk menghentikan perdarahan dan segera membawanya ke UGD. Mungkin tidak mudah membedakan antara luka ringan dan luka berat. Contoh luka ringan : luka lecet, luka gores, dan luka dengan perdarahan sedikit. Contoh luka berat : luka tusuk di perut, luka tusuk di dada, luka sayat yang luas/panjang, dan luka dengan perdarahan banyak. 
  2. Lakukan penekanan. Sebagian besar pendarahan aktif dapat dihentikan dengan melakukan penekanan langsung pada luka menggunakan lap/kain/pakaian selama lima atau sepuluh menit. Kesalahan yang paling umum biasanya adalah berhenti menekan terlalu cepat untuk mengintip lukanya. Kesalahan ini bisa saja menyebabkan pendarahan yang lebih banyak atau terjadi penggumpalan yang mempersulit untuk mengontrol tekanan selanjutnya. Jika pendarahan terjadi lagi setelah sepuluh menit penekanan dilanjutkan, lakukan lagi penekanan dan hubungi dokter untuk meminta pertolongan. Jangan gunakan turniket (alat untuk menghentikan pendarahan) atau ikatan pada lengan atau kaki jika tidak terlatih untuk menggunakannya sebab akan berisiko terjadi beberapa komplikasi. Luka pada daerah tertentu seperti kepala, wajah, jari tangan dan jari kaki akan mengeluarkan darah lebih banyak dibandingkan bagian tubuh lainnya. Hal tersebut disebabkan pembuluh darah kapiler di daerah tersebut lebih banyak. 
  3.  Bersihkan dan balut luka. Jika Anda merasa yakin dan mampu mengatasi masalah pada luka ringan, basuhlah luka dengan air bersih, bila perlu basuh luka dengan air mengalir. Periksa luka dan yakinkan bahwa luka tersebut sudah bersih. Luka yang tidak bersih dapat menyebabkan infeksi di kemudian hari. 
  4. Berikan larutan povidone iodine (nama merek betadine) dan salep antibiotik, lalu balut dengan kassa yang steril. Bila anda belum bisa melakukannya, hubungi dokter anda. Mintalah penjelasan kepada dokter anda bagaimana melakukan perawatan luka di rumah. Jika terjadi kemerahan, pembengkakan, muncul nanah, atau pendarahan berulang-ulang pada luka, konsultasikan secepatnya. Pemberian povidone iodine dan alkohol menyebabkan perih pada luka. Jika anak Anda baru saja diimunisasi tetanus, injeksi tetanus tidak dibutuhkan. Jika anak Anda belum mendapatkan booster tetanus selama lima tahun, dokter anak Anda mungkin akan menganjurkan pemberian injeksi imunisasi tetanus. 
  5. Segera ke dokter/UGD bila luka serius. Tidak peduli seberapa banyak (atau seberapa sedikit) pendarahan yang terjadi, hubungi dokter jika luka cukup dalam (menembus kulit) atau panjangnya lebih dari ½ inci (1,27 cm). Luka yang dalam dapat merusak otot dan pembuluh darah, meskipun kondisi luar luka tidak terlihat serius. Luka lecet yang panjang dan terletak pada wajah, dada, dan punggung biasanya menyisakan bekas luka yang buruk. Dalam situsi tersebut, luka perlu ditutup (dijahit), bekas luka mungkin akan lebih sedikit membekas. Jika ragu apakah luka perlu dijahit atau tidak, hubungi dokter/ke UGD. Luka sebaiknya dijahit dalam waktu kurang dari 8 jam setelah luka terjadi.

Kotak P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan) yang disimpan di tempat yang mudah dijangkau, menjadi kebutuhan di setiap rumah. Memiliki persediaan P3K yang cukup akan membantu Anda di setiap kondisi darurat. Anda perlu menyimpan satu kotak P3K di rumah dan satu kotak di setiap mobil. Selain itu, penting juga untuk membawa kotak P3K ketika berpergian atau liburan keluarga.

Apa yang Anda butuhkan dalam kotak P3K  

  • Buku Panduan Pertolongan Pertama, buku tersebut bisa anda beli di toko buku terdekat,
  • Kassa steril (dalam box steril),
  • Plester perekat gulung,
  • Perban perekat (sekali pakai),
  • Perban elastis,
  • Cairan antiseptik: povidone iodine
  • Sabun,
  • Salep antibiotik,
  • Asetaminofen dan ibuprofen (atau obat lain pereda demam/sakit),
  • Obat maag
  • Obat alergi/antihistamin, atau Epipen jika anda mempunyai alergi berat,
  • Obat tambahan (obat pribadi) sesuai anjuran dokter,
  • Gunting
  • Peniti
  • Kantong dingin instan yang sekali pakai,
  • Lotion yang mengandung Calamine,
  • Bedak salisil,
  • Alkohol swab yang sekali pakai,
  • Pembersih tangan antibakteri berbahan dasar alkohol 70% (handrubs),
  • Termometer digital
  • Sarung tangan non-latex (setidaknya dua pasang) tidak harus steril,
  • Senter dan baterai cadangan,
  • Daftar nomor telepon darurat,

Setelah Anda memiliki kotak P3K dalam persediaan, lakukan hal berikut:
  1. Membaca seluruh panduang kotak P3K sehingga Anda memahami bagaimana menggunakan seluruh isi kotak tersebut. (Jika anak Anda cukup dewasa untuk mengerti, review panduan tersebut dengan anak Anda),
  2. Simpan kotak P3K di tempat yang tidak terjangkau anak-anak, tetapi mudah dijangkau oleh orang dewasa,
  3. Periksa kotak P3K secara reguler. Ganti barang atau obat yang telah kadaluwarsa dengan yang baru,
  4. Periksa jika “baterai senter” untuk meyakinkan bahwa senter tersebut masih berfungsi, 5. Jika anda sedang berada dalam pesawat, pastikan untuk mengemas kotak P3K dalam luggage (barang-barang). Ingat, banyak isi kotak P3K yang tidak diijinkan untuk dibawa dalam “carry-on bags” (barang2 yang diletakkan dalam kabin pesawat) Anda. 

ARTIKEL YANG BERKAITAN