Tanjung Papuma, Pantai Eksotik Dengan Rangkaian Batu Karang dan Pasir Putih yang Memukau

Advertisement
Dalam Trip jalan jalan ke daerah paling timur pulau jawa mendapatkan bonus dengan berkunjung ke Tanjung Papuma. Terima kasih special buat mas Rahmad yang menggagas untuk berkunjung ke pantai eksotik nan indah tersebut.  Sebelumnya tidak masuk dalam agenda treveling saat di propinsi jawa timur kali ini yang mana tujuan utamanya adalah mendaki Gunung Ijen. Oleh karena target mendaki malam hari jadi pada siang harinya dimanfaatkan untuk berkunjung ke pantai selatan di kabupaten Jember tersebut.

Tanjung Papuma ialah objek wisata pantai yang berada di Kabupaten Jember, Jawa Timur. Objek wisata yang luasnya kurang lebih 25 hektar dan dikelilingi hamparan pasir putih sepanjang 1,5 kilometer sepenuhnya berada dalam pengawasan Perum Perhutani Jawa Timur. Pantai ini berada di selatan jawa yang bergabung dengan laut selatan terkenal dengan ombaknya yang dahsyat. Jarak pantai ini dari Kabupaten Jember  berjarak sekitar 37 km dari pusat kota Jember sedangkan sekitar 197 km dari Surabaya.   

Ke daerah ini bisa di akses melalui jalan darat dengan kendaraan motor atau mobil. Jika anda berasal dari luar daerah jawa timur bisa akses via surabaya lalu ke Jember dengan menggunakan bis atau kereta api.  Untuk sampai di Tanjung Papuma, jalur terdekat dari Kota Surabaya bisa ditempuh dengan rute sebagai berikut: Surabaya – Sidoarjo – Pasuruan – Probolinggo – Lumajang – Jember. Menggunakan kerta api lebih cepat langsung ke Jember.

Kepanjangan dari istilah Tanjung Papuma adalah dataran yang menjorok ke laut yang bernama Papuma. Papuma merupakan singkatan dari Pasir Putih Malikan. Malikan adalah nama dari pantai ini yang diberikan oleh Perhutani selaku pengelola.
Sebelum mencapai Pantai Tanjung Papuma, kita akan menjumpai sebuah objek wisata bernama Pantai Watu Ulo yang artinya batu mirip ular. Dari kejauhan tampak beberapa pulau-pulau karang kecil. Diantaranya adalah Pulau Batara Guru, Pulau Kresna, Pulau Narada, Pulau Nusa Barong, Pulau Kajang dan Pulau Kodok.

Sejak awal masuk wilayah wisata tersebut saya sudah disuguhi pemandangan hutan jati, perbukitan, pertanian  dan persawahan selama perjalanan. Dari loket Tanjung Papuma kami melalui jalanan yang menanjak lalu kemudian curam,  banyak papan peringatan di sekitar jalan agar wisatawan berhati-hati dalam berkendara.

Rasa haru dan senang bercampur aduk ketika berada di pantai eksotik ini, karena bentuk batu karang dan pasir putih serta hempasan ombak yang begitu menakjubkan. Subhanallah begitu besar kuasa dan penciptaan ALLAH SWT. Saya warga Lampung merasa bangga, apalagi warga asli daerah, Ini merupakan aset wisata daerah yang jarang ditemui di daerah-derah lain.  dari cerita teman –teman asli jember sendiri bahwa dari Tanjung Papuma bisa melihat matahari terbit dan terbenam dari satu tempat yang sama. Sehingga menjadi lokasi favorit para fotografer yang ingin berburu moment-moment tersebut. Selain gugusan karang-karang pipih disepanjang Pantai Malikan sebagai objek foto alternative yang juga tak kalah indahnya.

Selama di pantai tersebut sempat diceritakan oleh teman ada beberapa mitos di  Tanjung Papuma: adanya larangan  berenang di Tanjung Papuma dan memakai baju hijau, namun jika hanya bermain air di pinggir pantai bukanlah suatu bentuk pelanggaran. Hal ini dikarenakan besarnya ombak di Tanjung Papuma. Selain itu Tanjung Papuma yang merupakan pantai selatan juga diyakini sebagai salah satu faktor adanya larangan berenang ini. Ya, mitos pantai selatan yang dikuasai oleh Ratu Pantai Selatan, Nyi Roro Kidul. Sehingga disarankan  jika ingin berenang tidak lebih 5 meter dari pinggir pantai. Saat yang tepat  Berkunjung ke Tanjung Papuma saat JFC (Jember Fashion Carnaval) diadakan setiap tahunnya. Ibarat sambil menyelam, minum air. Menikmati indahnya Tanjung Papuma, sekalian menonton karnaval kelas dunia JFC. Fasilitas di pantai tersebut relatif lengkap terdapat fasilitas hiburan di Tanjung Papuma, mulai dari snorkling, outbound, treetop, flying fox, ATV hingga berkuda serta menaiki perahu keliling daerah batu karang. Selain itu juga terdapat banyak warung-warung makanan yang menjual olahan hasil tangkapan nelayan setempat. Sehingga Tanjung Papuma menjadi tempat wisata yang cocok untuk semua kalangan.  


Berikut foto-foto hasil jepretan wane selama di tanjung papuma : 












Sumber foto : Dari Rasuane Noor menggunakan kamera pocket

ARTIKEL YANG BERKAITAN