Abu Letusan Gunung Sangat Berbahaya

Advertisement
Paparan abu vulkanik merupakan salah satu penyebab banyaknya korban akibat letusan gunung. Mereka mengalami berbagai keluhan, mulai batuk batuk hingga infeksi saluran pernapasan akut atau radang paru. Abu yang masih panas, di dekat puncak gunung, dapat berakibat fatal.  Abu yang berasal dari gunung meletus beserta bebatuan panas ( 500-1.500 derajat celcius) berhamburan dan meyusuri lereng gunung. Sebagian abu melayang di langit dan mengalami pendinginan. Sebagian menyelimuti pemukiman warga, jatuh bersama hujan atau tertiup angin hingga ratusan kilometer. Abu dan awan panas yang terhirup dapat menyebabkan terbakarnya saluran pernapasan hingga bisa mematikan.
Abu vulkanik bentuknya yang kasar dan sangat tajam dapat meyebabkan iritasi. Abu vulkanik dengan ukuran di bawah 5 mikron ( 1 mikron = 1 sepersepuluh ribu sintimeter) dapat dengan mudah meyusup jauh ke dalam saluran pernapasan hingga ke paru-paru.
Dampak Abu Vulkanik Bagi Kesehatan
Gangguan pernapasan
-          iritasi hidung
-          iritasi tenggorokan dan batuk kering
-          orang yang sebelumnya memiliki masalah paru bisa mengalami gejala bronkitis : batuk kering, mngeluarkan dahak, napas berbunyi, dan napas tersengal.
-          iritasi saluran pernapasan bagi orang yang sudah menderita asma dan bronkitis.
-          Bernapas menjadi tidak nyaman.
Gangguan mata
-          Mata gatal karena kemasukan benda asing
-          Mata perih dan merah, makin parah bila digosok.
-          Mata terasa kering
-          Luka pada selaput mata
-          Radang di sekitar bola mata hingga menimbulkan sensitivitas mata berkurang.
Iritasi kulit
-          Iritasi dan kulit memerah
-          Infeksi yang diakibatkan iritasi kulit
-          Kulit menjadi kering dan kasar.

Tips untuk menghindari gangguan dari abu vulkanik
-          Hingdari atau sedapat mungkin kurangi debu yang terhisap
-          Menjauh dari sumber debu
-          Bila debu menyelimuti kota, sebaiknya tetap di dalam rumah
-          Selalu menutup pinti dan jendela tutup hidung
-          Gunakan penutup hidung. Bila tidak ada, tutup hidung dengan kain yang dibasahi
-          Gunakan kaca mata besar yang di lengkapi penutup pada kedua sisinya
-          Debu pada perabut atau rumah sebaiknya disiram, jangan disapu kareb akan terhisap. Ungsikan anak-anak ketika membersihkan debu.
 Abu vulkanik, gangguan pernapasan, iritasi, infeksi saluran pernapasan, gunung meletus, gunung berapi, awan panas

Sumber : tempo ed 8-14 nov 2010

ARTIKEL YANG BERKAITAN