Mengapa minum Kopi membuat Sakit Perut

Advertisement
Minum kopi adalah suatu sensasi yang sangat menyegarkan, kopi dengan rasa khas special yaitu pahit dan aroma yang menggelora membuat semakin ingin lagi menghirupnya. Apa lagi dikala musim hujan ini dan sambil mengiringi saat santai ataupun lagi penuh dengan kerjaan menumpuk, dengan adanya kopi seakan memberikan stimulus tambahan. Soo ternyata berbeda dengan temanku dia sangat menghindari kopi karen alasannya jika minum kopi membuat perut sakit selanjutnya menjadi mules-mules, kadang diare dan besoknya lemes. Sehingga sayapun mencari jawabnya apa sebenarnya terjadi dengan perut kawanku itu dan kok bisa berbeda denganku yang sangat menikmati kopi.

Ternyata di dalam kopi terdapat kandungan utama adalah caffein, kaffein inilah yang salah satu pemicu rasa sakit di lambung, selanjutnya apalagi efek kafein yang berhubungan pencernaan yuk kita simak artikel yang saya kutif dari blog drjjar (dot) blogspot (dot) com berikut ini:  Beberapa efek dari kopi selain membuat mata melek semaleman. Harus sangat diperhatkan bagi penderita Penyakit Maag (Dyspepsia) karena akan memicu untuk kambuhnya sakit mag-nya. Sebenarnya paling baik tidak usah minum kopi tetapi kalo kepingin dan butuh banget ya mau gimana lagi. Usahakan sedia obat maag jadi sewaktu-waktu kepingin minum kopi dan sakit perut kambuh bisa diobati segera. Sebenarnya masih banyak efek positif dan negatif dari kopi... Intinya tahu saat yang tepat untuk minum, tahu risikonya dan tidak berlebihan dalam meminum kopi.
Kafein memicu produksi Asam Lambung : kafein mempunyai efek meningkatkan sekresi asam lambung (HCl). Asam lambung yang meningkat merupakan faktor agressor yang merusak dinding lambung. Bila pertahanan dinding lambung lemah, misal karena memang sudah punya penyakit maag, maka iritasi bisa terjadi sehingga perut jadi nyeri.
Kafein meningkatkan motilitas usus :Gerakan usus yang meningkat dapat menyebabkan rasa mules bahkan diare. Apalagi kalo minum kopi pas penyakit maag-nya kambuh, tentu saja makin membuat perut perih melilit. Caffein menyebabkan peningkatan motilitas usus, termasuk gerakan kolon 4 menit setelah minum kopi. Bisa dipahami mengapa minum kopi pagi hari lalu seringakali mules dan jadi kepingin buang air besar.

Kafein mempermudah refluks gastroesofageal; Antara lambung dan esofagus terdapat otot sphincter esofagus superior yang menghambat kembalinya (reflux) isi lambung ke esofagus. Cafein terkait dengan gangguan fungsi klep ini, sehingga mempermudah isi lambung naik ke esofagus (seperti gumoh isi perut). Asam yang naik ke esofagus dapat membuat iritasi esofagus dan perasaan terbakar di dada (heartburn).

ARTIKEL YANG BERKAITAN