Adab Makan di Suku Semende

Advertisement
Suku semende atau sering disebut semendo adalah salah satu suku yang ada di sumatera bagian selatan, suku ini sudah lama mendiami wilayah pegunungan bukit barisan selatan yang terbentang di provinsi Sumatera Selatan, Lampung dan Bengkulu. Suku semende yang asal aslinya dari daerah Semende (sekarang sudah menjadi beberapa kecamatan) di Kabupaten Muara Enim Provinsi Sumatera Selatan, seiring berkembangnya anak cucu dari suku ini maka suku ini memperluas area di kawasan Pegunungan Bukit Barisan Selatan dikenal dengan tanah marga hingga ke wilayah barat Banten. Sejak lama suku semende berdampingan erat dengan suku-suku yang ada di Sumbagsel seperti suku lampung sai batin dan pepadun, suku ogan, suku rejang, enim, suku besemah, suku palembang, dan suku-suku lain yang terkenal dengan rumpun batang hari sembilan. Sehingga ada banyak kesamaan hal hal yang bersifat tradisional di suku suku sumbagsel ini.
Dari cerita nenek moyang yang saya terima suku Semende menerapkan sistem demokrasi dimana tidak ada sistem seperti kerajaan. Semua warga bisa menjadi pemimpin di adat jika dia memiliki kemampuan yang sudah dipercaya oleh masyarakat, biasanya yang pandai mengaji, sudah berpendidikan dan pandai dalam berdakwa menerapkan ajaran islam serta mengerti adat istiadat semende secara total.  
Suku semende sejak awal sudah mendarah daging dengan ajaran islam akan tetapi adat istiadatnya masih tetapi dipertahankan ke anak cucu secara lisan dan belum tertulis. Sehingga saya sebagai keturunan yang berkecimpung di bidang akademik ingin tetap mengingatkan dan menuliskan sedikit demi sedikit ajaran nenek moyang krn jika tidak dituliskan takut lupa bahkan hilang.
Berikut ini saya sajikan adab-adab dalam suku semende yang sempat saya dapatkan.
1. Adab dalam makan, dimanapun kita berada adab dalam makan pasti ada sesuai lokasi atau adat budaya setempat, kalaupun istilah secara international "table manner" begitu juga dengan suku semende, yang sudah turun temurun diwarisankan oleh nenek moyang, disuku semende memiliki adab tersendiri, tidak begitu jauh dengan adab di nasional di Indonesia, hanya saja ada beberapa perbedaan dan penekanan. Adab makan yang perna saya terima dari keluarga, kakek nenek ada beberapa adab yang perna saya pahami: 
A.  Adab duduk dalam makan, dari dulu adat semende selalu menerapkan jika saat makan selalu harus duduk dengan melingkari sajian makanan, tidak dianjurkan makan di meja dengan kursi, apalagi makan sambil berdiri ala-ala barat gitu. Bahkan dalam acara adatpun selalu sajian makanan dengan hidangan duduk. Dalam posisi dudukpun jika laki-Laki selalu duduk bersila sedangkan bagi perempuan dengan duduk kedua kaki dilipat ke samping kanan (saya lupa isilah dalam bahasa indonesianya). Selanjutnya posisi duduk biasanya sesuai dengan posisi di dalam keluarga tersebut para tetua adat dan yang dimuliakan dipersilahkan untuk makan terlebih dahulu pada hilangan yang berbeda. hidangan  makanan untuk wanita berbeda dengan hidangan pria. Contohnya posisi duduk saat makan, menantu  tidak dianjurkan makan bersamaan bahkan berdekatan dengan mertua, hal tersebut dianggap tabu. Posisi duduk lain lain silahkan ditambahkan lagi ya.. hehe. 
B. Pada saat makan sangat tidak dianjurkan makannya: saat mengunyah bersuara, tidak sambil berbicara, tidak boleh piringnya diangkat, jangan sampai piringnya berbunyi seperti diadu dengan sendok, makan sambil menjulurkan lidah, hindari makan sambil berkeringat, makan dengan tangan kanan, sebisa mungkin menyembunyikan sendawa, saat mengambil nasi atau sayur dengan sendoknya khusus masing2, dll.. ini hampir sama adap di nasional
C. Saat makan jika dalam group / satu hidangan sudah selesai makan, kitapun segera menyelesaikan makan juga. Jangan sampai terlihat yg lain sudah pada kelar tinggal kita sendiri di hidangan. 
  
Jika ada adab yang lain silahkan ditambahkan di komentar.. jika ada koreksi tolong diluruskan..

Berikutnya akan saya bahas ada dalam suku semende..
2. Adab dalam berbicara 
3. Adab dalam posisi duduk

Penulis : Rasuane Noor. tahun 2015.

ARTIKEL YANG BERKAITAN