Awal Perkembangan Mikrobiologi

Advertisement
 Mikrobiologi dari Masa Ke Masa
Mikrobiologi adalah studi tentang organisme hidup yang terlalu kecil untuk dapat dilihat dengan mata terlanjang. Mikrobiologi berasal dari bahasa Yunani “Mikrobiologi” diartikan mikros yang berarti kecil, bios yang artinya hidup dan logos yang artinya kata atau ilmu. Dalam konteks pembagian ilmu modern, Mikrobiologi mencakup studi tentang bakteri (bakteriologi), jamur (mikologi), dan virus (virologi).
Di Indonesia sendiri, dunia mikrobiologi saat ini telah berkembang pesat dan mempunyai perhimpunan sendiri yakni Perhimpunan Mikrobiologi Indonesia (PERMI) adalah suatu organisasi profesi ilmiah dalam bidang mikrobiologi yang beranggotakan ilmuwan, pakar dan teknisi yang mempunyai keahlian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi bidang mikrobiologi serta ilmuwan lain yang berminat dalam bidang mikrobiologi.

Mikrobiologi adalah suatu kajian tentang mikroorganisme. Mikroorganisme itu sangat kecil, biasanya bersel tunggal, secara individual tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroorganisme hanya dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Walaupun beberapa pengaruh mikroorganisme telah diketahui dan juga telah dimanfaatkan selama ribuan tahun, tetapi baru 300 tahun yang lalu organisme- organisme mikroskopik terlihat dan dipelajari pertama kali.
Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723) ialah orang yang pertama kali mengetahui adanya dunia mikroorganisme itu. Pada tahun 1675 Antonie, membuat mikroskop dengan kualitas lensa yang cukup baik, sehingga dia bisa mengamati mikroorganisme yang terdapat pada air hujan yang menggenang dan air jambangan bunga. Dari air hujan yang menggenang di kubangan-kubangan dan dari air jambangan bunga, ia peroleh beraneka hewan bersel satu dengan menggunakan mikroskop buatan yang diperbesar hingga 300 kali. Ia tertarik dengan banyaknya benda-benda kecil yang dapat bergerak yang tidak terlihat dengan mata biasa. Ia menyebut benda-benda bergerak tadi dengan ‘animalcule’ yang menurutnya merupakan hewan-hewan yang sangat kecil. Selain itu ia juga menemukan adanya hewan bersel satu ini kemudian diberi nama Infusoria atau “hewan tuangan”. Penemuan ini membuatnya lebih antusias dalam mengamati benda-benda tadi dengan lebih meningkatkan mikroskopnya. Hal ini dilakukan dengan menumbuk lebih banyak lensa dan memasangnya di lempengan perak. Akhirnya Leewenhoek membuat 250 mikroskop yang mampu memperbesar 200- 300 kali. Leewenhoek mencatat dengan teliti hasil pengamatannya tersebut dan mengirimkannya ke British Royal Society. Salah satu isi suratnya yang pertama pada tanggal 7 September 1674 ia menggambarkan adanya hewan yang sangat kecil yang sekarang dikenal dengan protozoa. Antara tahun 1963-1723 ia menulis lebih dari 300 surat yang melaporkan berbagai hasil pengamatannya. Salah satu diantaranya adalah bentuk batang, coccus maupun spiral yang sekarang dikenal dengan bakteri. Pentingnya penemuan tersebut tidak dihargai pada saat itu terlebih lagi Penemuan Leewenhoek tentang animalcules menjadi perdebatan darimana asal animalcules tersebut. Ada dua pendapat yang muncul, satu mengatakan animalcules ada karena proses pembusukan tanaman atau hewan, melalui fermentasi misalnya. Pendapat ini mendukung terori yang mengatakan bahwa Makhluk hidup berasal dari benda mati melalui proses abiogenesis. Konsep ini dikenal dengan ganaratio spotanea. Pendapat ini mengatakan bahwa animalcules tadi berasal dari animalcules sebelumnya seperti halnya organismea tingkat tinggi. Pendapat atau teori ini disebut dengan biogenesis. Mikrobiologi tidak berkembang sampai perdebatan tersebut terselesaikan dengan dibuktikannya kebenaran teori biogenesis. Pembuktian ini memerlukan berbagai macam eksperimen yang nampaknya sederhana dan perlu waktu lebih dari 100 tahun.. Baru setelah hampir 200 tahun berikutnya, seorang ahli Perancis, Louis Pasteur, Louis Pasteur (1822 – 1895) seorang ahli kimia yang menaruh perhatian pada mikroorganisme, Oleh karena itu ia tertarik untuk meneliti peran mikroba dalam industri anggur dan pembuatan alkohol dalam mempelajari proses fermentasi dan menunjukkan bahwa mikroorganismelah penyebab rasa asam yang tidak dikehendaki pada beberapa jenis anggur. Kenyataannya, ada satu jenis mikroorganisme yang membantu pembuatan anggur, namun ada organisme lain yang menyebabkan rusaknya minuman anggur. Setelah gagasan ini diterima studi tentang organisme dengan proses metabolisme menjadi ilmu yang penting. 
Antara tahun 1674 sampai 1683 ia terus menerus mengadakan hubungan
dengan lembaga “ Royal Society” di Inggris.Ia melaporkan hal-hal yang diamatinya dengan miskroskop itu kepada lembaga tersebut. Laporan-laporan itu disertai dengan gambar-gambar mikroorganisme yang beraneka ragam. Atas kecermatanketelitian pengamatan Leeuwenhock nyata sekali pada gambar–gambar tersebut.Kemudian ia membuat sketsa bakteri dengan bentuk bola (kokus), silindris atau bentuk batang (basillus), spiral (spirilum). Akan tetapi arti penemuan leeuwcnhock tidak dihiraukan sebelum tahun 1800, ketika orang belum menyadari benar bahwa mikroorganisme adalah penyebab banyak penyakit atau menyebabkan perubahan kimia pada pahan – bahan disekitar kita yang tidak terhitung banyaknya. Dalam sejarah mikrobiologi, Leeuwenhoek dapat dipandang sebagai peletak dasar utama atau bapak mikrobiologi.

 Mikrobiologi mencangkup pengetahuan tentang virus (virologi), pengetahuan tentang bakteri (bakteriologi), pengetahuan tetang hewan bersel satu (Protozoologi), pengetahuan tentang jamur (Mikologi), terutama yang meliputi jamur-jamur rendah seperti Phycomycetes, dan juga Ascomycetes, serta Deuteromycetes. Lebih dari satu abad yang lalu Louis Pasteur dan beberapa rekannya meyakinkan profesi medis bahwa sebenarnya organisme yang kecil inilah yang menyebabkan penyakit. Informasi yang diperoleh dari mikrobiologi membawa kemajuan besar untuk mengawasi banyaknya penyakit menular. Disamping itu mikroorganisme telah digunakan untuk mempelajari berbagai proses biokimia yang diketahui terjadi pada bentuk kehidupan yang lebih tinggi. Jadi banyak fakta tentang metabolisme manusia yang diketahui oleh sekarang, mula-mula diketahui terjadi pada   bukan hanya studi tentang mikroorganisme penyebab penyakit, tetapi merupakan studi tentang semua aktifitas hayati mikroorganisme.

Perkembangan Studi Mikroorganisme
Studi pengaruh dan pemanfaatan mikroorganisme, sebenarnya sudah berlangsung selama ribuan tahun, tetapi baru 300 tahun yang lalu mikroorganisme dipelajari dan dikaji lebih mendalam.
  Antonie Van Leeuwenhoek (1632-1723)
Antony van Leeuwenhoek (1632 – 1723) sebenarnya bukan peneliti atau ilmuwan yang profesional. Profesi sebenarnya adalah sebagai ‘wine terster’ di kota Delf, Belanda. Ia biasa menggunakan kaca pembesar untuk mengamati serat-serat pada kain. Sebenarnya ia bukan orang pertama dalam penggunaan mikroskop, tetapi rasa ingin tahunya yang besar terhadap alam semesta menjadikannya salah seorang penemu mikrobiologi. Mikroorganisme untuk pertama kali diketahui oleh Leeuwenhoek dengan menggunakan karya ciptaannya yaitu mikroskop. Dengan sarana ini ia mengamati mikroorganisme dalam air hujan, air laut, bahan pengorekan dari sela-sela gigi, campuran yang sedang berfermentasi dan berbagai bahan lainnya, kemudian ia menamakan hewan temuan pertamanya ini “hewan kecil” (animalcule).
  Teori Generatio Spontanea (Abiogenesis) dan Biogenesis
Teori Generatio Spontanea ini dikembangkan untuk menjelaskan adanya lalat pada daging yang membusuk. Tikus pada makanan ternak yang terurai, dan ular yang membusuk pada air yang menggenang. Pada abad XIX, muncul isu ilmu pengetahuaan mengenai asal–usul kehidupan. Setelah ditemukannya suatu dunia organisme yang tidak tampak dengan mata telanjang membangun minat terhadap perbedaan mengenai asal–usul kehidupan yaitu dari manakah asal jasad – jasad renik ini muncul. Oleh karena itu muncullah pertentangan dari para ahli dan ilmuwan, sehingga melahirkan dua aliran atau tokoh yaitu aliran Non Vital dan aliran Vital. Pada zaman Aristoteles lebih dari 2000 tahun yang lalu (300 sebelum isa almasih) muncul suatu pendapat, bahwa kehidupan berasal dari bahan atau benda mati yang mengalami penghancuran. Konsepsi ini dikenal sebagai teori sebagai spontan atau abiogenesis (abio,”tidak hidup”: genesis “asal”). Aristoteles berpendapat, bahwa organisme hidup (mahluk –mahluk kecil) terjadi daribenda mati. Banyak orang pada masa yang lalu tidak sependapat bahwa mikroorganisme menjelma melalui generasi spontan, tetapi tidak sedikit pula yang mendukung berlakunya generasi. Spontan bagi cacing, serangga,bahkan binatang seperti tikus dan katak.Ilmuwan-ilmuwan yang juga mengamati teori Generatio Spontanea antara lain:
1. Francesco Redi
Francesco Redi (1668), seorang fisikawan Italia merupakan orang pertama yang melakukan pembantahan teori generation spontania. Dia melakukan experimen dengan memasukkan daging ke dalam wadah yang ditutup dengan kain tipis yang berlubang halus untuk mencegah masuknyalalat, ia membuktikan bahwa belatung tidak terjadi secara mendadak pada daging yang membusuk. Lalatlah yang tertarik oleh daging yang membusuk, bertelur di atas kain tipis penutup wadah. Ketiadaan belatung yang tumbuh pada daging yang membusuk memberikan bukti yang menentukan untuk menentang perkembangan secara mendadak.. disamping itu dia melakukan serangkaian penelitian menggunakan daging segar yang telah dipanaskan terlebih dahulu. Redi memperhatikan bahwa ulat akan menjadi lalat dan lalat sela ia terdapat jauh dari sisa –sisa daging. Pada penelitiannya Redi menggunakan dua kerat daging segar yang diletakkan dalam dua wadah. Wadah yang satu ditutupi kain yang tembus udara dan yang satu tidak ditutupi. Setelah beberapa hari, pada daging tidak tertutup mulailah keluar belatungbelatung. Sementara itu pada daging yang tertutup tidak tumbuh belatung dari experimen itu maka Franscesco Redi menyimpulkan dan menunjukkan bahwa ulat yang ada dalam daging busuk adalah larva yang berasal dari telur lalat, bukan hasil dari generatio. Sehingga Tujuan dari penelitian Redi ini adalah untuk menjelaskan bahwa setiap makhluk hidup perlu asal–usul dimana ia berasal. Teori Abiogenesis juga ditentang pula oleh Lazzaro Spallinzani.
2. John Needham (1713-1781)
Needhan (1713-1781), adalah seorang pendeta bangsa Irlandia. Selama tahun 1745-1750 ia mengadakan eksperimen–eksperimen atau percobaan dengan daging yang direbus. Ia juga mengadakan eksperimen-eksperimen dengan berbagai rebusan padi-padian, dan lain sebagainya. Meskipun air rebusan tersebut disimpannya rapat-rapat dalam botol tertutup, namun timbulah mikroorganisme dengan kata lain menurutnya kehidupan dapat timbul dari benda mati. Pendapat ini lebih dikenal sebagai teori Abiogenesis. Kemudian air tersebut disimpannyarapat- rapat dalam botol tertutup, dan mengamati bahwa terdapat mikroorganisme pada awal percobaan. Sehingga menyimpul bahwa jasad- jasad (mikroorganisme) tersebut terjadi secara spontan dari daging. Dengan kata lain bahwa adanya animalcules berasal dari air kaldu hasil. perebusan daging namun teori necdhan ini lalu dipatahkan oleh Lazzaro Spallanzani.
3. Lazzaro Spallanzani (1729-1799)
Lazzaro Spallinzani (1729 – 1799), seorang biologiwan italia, dalam usahanya untuk membantah dan membuktikan bahwa konsepsi abiogenesis yang dikemukakan oleh Aristoteles dan Nedham itu tidak benar. Dia mengatakan bahwa perebusan dan kemudian penutupan botol–botol berisi air rebusan yang dilakukan needham itu tidak sempurna. Kemudian Spallanzani melakukan percobaan dengan merebus kaldu daging selama 1 jam dan menempatkannya pada toples yang disegel/ditutup rapat dan hasilnya menunjukkan tidak ditemukannya mikroorganisme dalam kaldu tersebut, karena dengan menutup botol tidak memungkinkan masuknya udara (oksigen) yang sangat dibutuhkan bagi kehidupan mikroorganisme. Jadi ekperimen ini menentang teori abiogenesis. Hal ini juga tetap tidak dapat menyakinkan Needham bahwa mikroorganisme tidaklah muncul karena generasi spontan. Lazzaro menyimpulkan bahwa faktor yang menentukan kehidupan adalah potensi faktor biologis. Namun Needham bersikeras dan membantah bahwa pemanasan yang oleh Spallanzani menyebabkan bahan makan makhluk hidup rusak, dan udara atau oksigen itu hilang karena dikeluarkan dari toples selagi percobaan pemanasan sehingga generasi spontan mikroorganisme tidak dapat hidup dan muncul.
4. Franz Shchulze (1815-1873) dan Theodor Shcwann (1810-1882).
Hampir 100 tahun setelah percobaan Needham ada 2 peneliti Franz Shchulze (1815-1873) dan Theodor Shcwann (1810-1882). Mereka berdua yang mencoba memecahkan kontroversi tentang peran udara. Pada tahun 1836, Franz Schulze dengan experimennya melewatkan larutan asam kuat ke dalam tabung tertutup yang berisi daging yang telah dimasak. Tahun 1837, Theodor Schwann mengalirkan udara melalui pipa yang dipanai ke dalam tabung tertutup yang bersisi kaldu yang dipanasi dan membara ke dalam labu berisi kaldu daging yang dididihkan berjam-jam lamanya. Maka baik Schultze maupun Schwann tidak menemukan mikroorganisme di dalam kaldunya sebab mikroba telah mati oleh adanya asam kuat maupun oleh panas. Tetapi para pendukung teori generatio spontanea berpendapat bahwa adanya asam dan panas akan mengubah udara sehingga tidak mendukung pertumbuhan mikroba Namun tetap saja hal ini belum meyakinkan mereka yang menyokong konsepsi abiogenesis terhadap eksperimen kedua sarjana tersebut. Mereka mengatakan bahwa udara yang lewat asam ataupun pipa panas itu telah mengalami perubahan sedemikian rupa, sehingga tidak memungkinkan dan tidak mendukung timbulnya kehidupan makhlukmakhluk baru. Sampai akhirnya tahun 1954 peneliti menyelesaikan perdebatan tersebut dengan melakukan percobaan menggunakan tabung tertutup berisi kaldu yang telah dipanaskan. Ke dalam tabung tersebut dimasukkan pipa yang pada sebagiannya diisi dengan kapas dan ujungnya dibiarkan terbuka. Dengan demikian mikroba akan tersaring dan udara tetap bisa masuk. Dengan tidak ditemukannya mikroba dalam kaldu daging tersebut membuktikan bahwa teori generatio spontanea adalah salah.
5. H. Scroeder dan Th. Von Dusch
H. Scroeder dan Th. Von Dusch (1854) melakukan percobaan yang lebih meyakinkan dan memantapkan. Penelitian Schwan yaitu dengan melewatkan udara melalui tabung berisi kapas yang steril menuju ke dalam labu berisi kaldu yang sebelumnya dipanaskan. Dengan cara ini mikroorganisme disaring keluar dari udara oleh serat-serat kapas dan dengan demikian dicegah masuk ke dalam labu maka ia tidak mendapatkan mikroorganisme (jasad renik) baru yang tumbuh di dalam kaldu tersebut. Dengan demikian tumbanglah teori abiogenesis.
6. Louis Pasteur dan John Tyndall
Louis Pasteur (1822-1895), seorang ahli kimia yang mendapat pengakuan nasional tidak lama setelah memulai karirnya ketika ia menemukan rumus bangun asam tertarat. Kemudian Pasteur tertarik pada industri minuman anggur dan perubahan-perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Melalui penelitian fermentasi gula, Pasteur mengatakan bahwa faktor lingkungan sangat penting bagi kehidupan
mikroorganisme. Hal ini menandakan berakhirnya pertentangan konflik nonvital dan vital.
Berdasarkan hasil-hasil percobaan ilmuwan yang juga seorang biologiwan bernama Louis Pasteur ini, dapat meyakinkan khalayak, bahwa tidak ada kehidupan baru yang dapat timbul dari benda mati, maka muncullah teori “Biogenesis” yaitu “Omne vivum ex ovo, omne ovum ex vivo” yang berarti “semua kehidupan itu berasal dari telur, dan semua telur itu berasal dari sesuatu yang hidup”. Louis Pasteur sebenarnya seorang sarjana kimia, akan tetapi berkat jasa-jasanya dalam bidang mikrobiologi demikian banyaknya, sehingga ia disebut seorang pelopor mikrobiologi.
@Pernyataan Louis Pasteur tersebut, belum memberi jawaban atas pertanyaan “darimana asal bakteri?”. Sesungguhnya, bahwa pertanyaan ini hingga sekarang belum terjawab, pertanyaan ini identik dengan pertanyaan“darimana asal kehidupan”. Jawaban atas semua ini bergantung pada pandangan hidup seseorang, dan dengan demikian terletak diluar bidang ilmu pengetahuan atau science. Seorang vitalist akan menjawab berlainan dengan paham gereja yang berlandaskan materialisme, sehingga akan menyebabkan timbulnya pemisahan antara ilmu dengan urusan agama dimana paham vital yang mengarah pada peranan adanya organisme dan paham non vital yang peranannya mengarah pada faktor diluar organisme. Pada masa pasteur terdapat salah seorang penyokong yang penuh dedikasi terhadap generasi spontan (Abiogenesis) pasteur ialah Felix Arhimede Pautcht, seorang naturalis Perancis. Dalam tahun 1859 ia menerbitkan laporan panjang lebar untuk membuktikan kejadiannya, tetapi ia tidak memperhitungkan sifat Louis Pasteur yang cerdik, keras kepala dan tak kenal lelah.Karena merasa jengkel akan logika dan data Pouchet, maka Louis Pasteur didalam tahun 1865 melakukan percobaan untuk lebih meyakinkan dan untuk mengakhiri pertikaian itu untuk selama-selamanya. Louis Pasteur mempersiapkan larutan nutrien (kaldu) didalam labu yang dilengkapi dengan lubang atau pipa panjang dan sempit berbentuk “leher angsa”. Pasteur sendiri meyakini bahwa sebuah sel pasti berasal dari sel lainnya. Dalam percobaannya menggunakan tabung berleher angsa, Pasteur memanaskan dengan merebus larutan nutrien (kaldu) itu dan udara tanpa perlakuan dan tanpa disaring kemudian dibiarkan lewat keluar masuk. Setelah sekian lama, ternyata tidak ada mikroorganisme yang tumbuh dalam larutan itu. Pada prinsipnya udara mampu masuk ke dalam tabung, namun partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak mencapai larutan nutrien karena partikel debu akan menempel dan mengendap dalam bagian lengkungan tabung “leher angsa” yang berbentuk huruf V dan aliran udara demikian berkurangnya sehingga partikel-partikel debu yang mengandung mikroorganisme tidak terbawa masuk ke dalam labu. Dalam hal ini mikroba beserta debu akan mengendap pada bagian tabung yang berbentu U sehingga tidak akan dapat mencapai kaldu. Ia juga membawa tabung tersebut ke pegunungan Pyrenes dan Alpen. Pasteur menemukan bahwa mikroorganime terbawa debu oleh udara dan ia menyimpilkan bahwa semakin bersih/murni udara yang masuk ke dalam bejana, semakin sedikit kontaminasi yang terjadi. Dari hasil experiment tersebut Pada tanggal 7 April 1864 ia mengatakan bahwa: For I have kept them and am still keeping from them, that one thing that is above the power of man to make; I have kept from them, the germ that float in the air, I have kept them from life.
Salah satu argumen klasik untuk menantang buiogenesis adalah bahwa panasang digunakan untuk mensterilkan udara atau bahan juga dianggap merusak ‘vital force’. Mereka yang mendukung teori abiogenesis berpendapat bahwa tanpa adanya kekuatan vital force tersebut mikroorganisma tidka dapat muncul serta spontan. Untuk merespon argumen tersebut John Tyndall mengatakan udara dapat dengan mudah dibebaskan dari mikroorganisma dengan cara melakukan percobaab dengan meletakkan tabung reaksi berisi kaldu steril ke dalam kotak tertutup. Udara dari luar masuk ke dalam kotak melalui pipa yang sudah dibengkokkan membentuk dasar U seperti spiral. Terbukti bahwa meskipun udara luar dapat masuk ke dalam kotak yang berisi tabung dengan kaldu di dalamnya, namun tidak ditemukan adanya mikroba. Hasil percobaan Pasteur dan Tyndall memacu diterimanya konsep biogenesis.
Di antara bukti-bukti yang paling penting ialah hasil percobaan John Tyndall pada awal tahun 1870-an, denan menciptakan sebuah kotak bebas debu, dan menempatkan tabung-tabung berisi kaldu steril didalamnya. Selama udara dalam kotak bebas dari debu maka selama itu pula kaldu akan mengendap dan tertahan pada tabung berleher angsa yang menuju ke dalam kotak, sehingga dari percobaan John Tyndall terbukti bahwa mikroorganisme terbawa oleh partikel-partikel debu.
Disamping percobaan abiogenesis Pasteur juga tertarik pada industry minuman anggur dan perubahan-perubahan yang terjadi selama proses fermentasi. Pada zaman dahulu, orang memperbaiki mutu produk-produk fermentasinya dengan cara mencoba-coba, tanpa menyadari bahwa mutu sesungguhnya bergantung kepada penyediaan atau perbaikan kondisi bagi pertumbuhan mikroorganisme pelaku fermentasi tersebut. Barulah setelah Pasteur menelaah peranan mikroorganisme dalam proses fermentasi pada pembuatan anggur maka orang menjadi mengerti bahwa mikroorganisme itulah yang menyebabkan terjadinya fermentasi.
Dimana proses fermentasi terjadi karena enzim yakni zat yang dihasilkan sel hidup yang menyebabkan berlangsungnya reaksi-reaksi kimiawi tertentu. Untuk masa berpuluh-puluh tahun tetap dianut adalah tentang proses fermentasi. Proses tersebut adalah suatu proses kimia.Karena jasad pemrosesannya tidak nampak. Serta kalaupun kemudian adanya pertumbuhan jasad (misal ragi) pada permukaan larutan dianggap sebagai akibat proses fermentasi. Tetapi berkat penelitian tiga orang ahli, antara lain Pasteur pada tahun 1830, dapat diketahui dan dipastikan bahwa proses fermentasi adalah proses biologis dimana mikroorganisme (ragi) yang berperan. Ia setelah membuktikan ketidakbenaran teori spontan, jadi memastikan bahwa mikroorganisme merupakan penyebab fermentasi, ia siap membantu para pembuat minuman anggur dan bir Perancis, yang acapkali menghadapi kesukaran untuk menghasilkan produk bermutu tinggi. Setelah memeriksa banyak kelompok minuman anggur, maka dia menemukan berbagai macam mikroorganisme. Pasteur menetapkan bahwa dengan seleksi yang tepat terhadap mikroorganisme yang bersangkutan, maka dapat dipastikan bahwa akan diperoleh hasil yang baik dan merata secara konsisten. Untuk mencapai hal ini, maka mikroorganisme yang sudah ada dalam sari buah harus dihilangkan dan fermentasi yang baru dimulai dengan biakan, yaitu suatu pertumbuhan mikroorganisme yang diambil dari tong anggur yang dinilai baik. Pasteur menyarankan agar menghilangkan tipe-tipe mikroorganisme yang tidak diinginkan dengan pemanasan-yang tidak sampai merusaka aroma sari buah tetapi cukup tinggi untuk membunuh mikroorganisme. Ia mendapati bahwa perlakuan dengan suhu 62,80C selama setengah jam cukuplah untuk mencapai hal tersebut. Kini proses ini, dinamai pasteurisasi, digunakan secara meluas pada industri fermentasi, tetapi yang paling kita kenal ialah yang dimanfaatkan di industri hasil susu, untuk membunuh jasad-jasad renik penyebab penyakit yang terdapat dalam susu dan produk-produk susu. Bahkan sebelum Pasteur berhasil membuktikan bahwa bakteri menjadi sebab beberapa penyakit, banyak pengamatan yang cermat menentang keras adanya teori nutfah penyakit. Dalam tahun 1546 Francastoro dari Verona (1483-1553) menyatakan bahwa penyakit dapat disebabkan oleh jasad renik yang terlalu kecil untuk dapat dilihat yang dipindahkan (ditularkan) dari seseorang ke seseorang lain. 
Pada tahun 1762 von Plnciz dari Vienna tidak hanya mengemukakan bahwa sesungguhnya makhluk hiduplah yang menjadi penyebab penyakit, tetapi juga berpendapat bahwa berbagai jasad renik menimbulkan bermacammacam penyakit pula. Konsepsi parasitisme, yakni adanya organism yang hidup pada atau didalam organisme lain dengan mengambil nutrient dari padanya, tersebar luas dalam tahun 1700-an. Dikarenakan keberhasilan Pasteur dalam memecahkan masalah fermentasi maka pemerintah Perancis memintanya untuk meneliti pebrine, penyakit pada ulat sutra yang menghancurkan industri sutra yang penting di Negara tersebut. Ternyata masalah itu rumit, dan selama bertahun mereka mencari-cari pemecahannya dengan susah payah. Akan tetapi, pada akhirnya ia berhasil mengisolasi jasad renik (suatu protozoa) penyebabnya. Pasteur bahkan meningkat lebih lanjut dan menganjurkan kepada para petani ulat sutra agar mereka menyeleksi ulat–ulat / baru yang sehat dan bebas penyakit untuk menghindari penyakit itu. Kemudian pasteur (1877) menangani masalah antraks. Penyakit pada sapi, domba, dan terkadang manusia. Setelah mengamati penyebab penyakit itu dari darah hewan yang mati karena penyakit tersebut. Maka ia menumbuhkannya dalam labu –labu di laboratorium. Walaupun sejak jaman dulu sudah banyak ahli yang mempunyai keyakinan bahwa penyebab penyakit dapat berpindah tempat dan menyebar dari satu orang ke orang lain, baik melalui udara, melalui air. Ataupun melalui pembawa lainnya. Baru oleh Fracastorius (1478-1553) dasar-dasar yang meyakinkan tentang perpindahan dan penyebaran jasad penyebab penyakit, mulai diungkapkan. Serta lebih kurang satu setengah abad kemudian oleh Kircher (1602-1680) cara-cara yang pasti tentang penularan, penyebaran dan perpindahan jasad penyebab penyakit lebihterperinci. Uraian, bahasan, dan batasan Kircher inilah yang kemudian dapat mengungkapkan berbagai jenis penyebab penyakit serta cara penyebaran dan penularannya, seperti yang kemudian dilanjutkan oleh Panum (1820-1885) ahli kedokteran Denmark untuk penyakit campak, Snow (1813-1858) dan Budd (1811-1880) tentang epidemi kolera Asia, dan sabagainya. Pada periode ini terjadinya gejala pembengkakan pada luka yang dibiarkan,kemudian diketahui, disebabkan oleh adanya pertumbuhan mikroorganisme pengubah darah menjadi nanah yang kemudia banyak hidup di sekitar dan didalam luka.
Menurut Pasteur, fermentasi asam laktat yang tidak ingin terjadi dari kontaminasi dengan bakteri berbentuk batang. Produksi etanol terjadi karena aktivitas sel khamir. Menurut penelitian yang dilakukan Pasteur bahwa jenis bakteri mampu mengubah gula menjadi produk akhir. Jadi suatu bakteri menyebabkan pembentukan asam laktat dari gula. Jenis lain membentuk asam butirat dan seterusnya. Pasteur menemukan bahwa proses fermentasi terjadi tanpa adanya udara. Ialah yang pertama menggunakan istilah aerob (aerobic) dan anaerob (anaerobic) yang artinya proses yang memerlukan udara dan proses yang yang tidak mungkin berlangsung jika tidak ada udara.
7. Robert Koch (1843-1910)
Di Jerman, Robert Koch (1843 – 1910) seorang profesional di bidang kesehatan mendapat hadiah mikroskop dari istrinya untuk hadiah ulang
tahunnya yang ke-28.. Koch adalah seorang dokter yang tenang dan sangat teliti, ia terkadang melalaikan praktek dokternya untuk mengejar ilmu baru yang sangat memukau yaitu bakteriologi. Selanjutnya ia mulai meneliti dunia mikroorganisma yang sudah dilihat oleh Pasteur. Baik Pasteur maupun Koch menjadi rival bersama yang sama-sama ingin mengetahui penyebab penyakit anthrax yang sangat merugikan peternak  sapi dan domba di Eropa. Koch akhirnya menemukan dari darah domba yang telah mati karena anthrax. Dengan sering meninggalkan prkateknya sebagai dokter, Koch membuktikan bahwa bakteri tersebut penyebab anthrax dengan cara memisahkan bakteri untuk batang tersebut dari bakteri lain yang ada kemudian menginjeksikannya ke dalam tikus yang sehat. Tikus selanjutnya menunjukkan perkembangan menuju anthrax dan bakteri yang diisolasi dari tikus menunjukkan kesamaan bakteri yang berasal dari domba yang sakit sebelumnya. Pada 1876, setelah meneliti selama 6 tahun Koch mengumumkan bahwa dia telah menemukan bakteri penyebab anthrax. Ia juga menyarankan bahwa ternak sakit supaya dibunuh dan dibakar atau dikubur yang dalam, setelah ia mengetahui bahwa spora yang dihasilkan oleh bakteri dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan di daerah peternakan. Dengan penemuan anthraxnya Koch merupakan orang pertama yang membuktikan mikroba tertentu merupakan agen penyakit tertentu. Selanjutnya Koch dan kawan-kawan menemukan bakteri penyebab tuberculosis dan cholera. Perkembangan teknik laboratorium untuk mempelajari mikroorganisma. Koch dan anggotanya banyak memberi kontribusi mengenai teknik-teknik tersebut. Diantaranya adalah prosedur pengecatan bakteri untuk pengamatan dengan mikroskop cahaya dan juga koch menemukan bakteri yang menimbulkan tuberkolosis dan kolera. Khusus mengenai Robert Koch yang sampai sekarang namanya tetap dikenang dan dihargai karena jasajasanya besarnya di bidang mikrobiologi kedokteran dan kemanusiaan. Berkat penelitian Koch ini maka ihwal dan penyebab penyakit TBC, tifus, difteri, kolera dan gonorhu serta antraks, dapat terungkap dan dipisahkan secara murni. Yang paling penting untuk diketahui adalah Postulat Koch yang menjadi dasar bagi seorang ahli untuk mencari, menemukan dan mengetahui jasad penyebab suatu penyakit didalam suatu wabah yang sedang berkecamuk. Tahap-tahap kerja Postulat tersebut mempunyai 4 dalil, yaitu :
Bahwa mikroorganisme yang disangka penyebab harus selalu didapatkan pada semua penderita penyakit dan tidak didapatkan pada bukan penderita atau yang masih sehat.
Bahwa mikroorganisme penyebab harus dapat dibiakkan secara murni di dalam media tanpa kehadiran bagian/jaringan jasad yang tadinya dikenai.
Bahwa biakan jasad yg sudah dibiakkan, bila diinokulasikan (disuntikkan) kepada hewan percobaan, akan menimbulkan gejala penyakit yang sama
Bahwa biakan jasad yang sudah diinokulasikan. Dapat diisolasi/dipisahkan kembali serta kalau kemudian dibiakkan akan mempunyai bentuk yang sama seperti asal.
Dalam perkembangan berikutnya, nama-nama seperti Ehrlich (1854- 1915), Von Behring dan Kitasato (1890), Metchnikoff (1883), Loeffer (1884) Park (1894) dan banyak nama-nama ahli di bidang mikrobiologi, merupakan nama yang ditulis dengan tinta emas di dalam sejarah perkembangan mikrobiologi. Seperti secara khusus untuk bidang mikroorganisme penyakit di Amerika Serikat oleh Rush (1813), Webster (1843), Spencer (1851), Welch (1894), McCoy (1910) dalam bidang penyakit sipilis, pes, kolera, tifus dan difteri. Virus misalnya, sudah sejak Pasteur dan Koch melakukan penelitian, masalahnya sudah ada dan di usahakan untuk diketahuinya. Tetapi baru ketika diumumkan hasil penelitian Iwanowski (1892) sarjana mikroorganisme Rusia, meneliti penyebab penyakit aneh pada daun tembakau (yang dikenal dengan nama TMV/tobacco mosaic virus) Dimitri Ivanovski menunjukkan bahwa agen yang menyebabkan penyakit mosaik pada tembakau dapat ditularkan melalui ekstrak tanaman yang sakit. Ekstrak terebut disaring dengan filter yang ditemukan oleh kawan-kawan Pasteur dimana filter tersebut diketahui dapat menyaring bakteri.

Penelitian selanjutnya menunjukkan bahwa agen tersebut mempunyai ukuran yang jauh lebih kecil dari bakteri. Selanjutnya nama-nama ahli seperti Buist (1887), Negri (1903),Ricketts (1906), Woodruff dan Goodpasture (1930), Stanley (1937) banyak berkecimpung didalam penelitian dan pengembangan virus. Pada tahun 1900 seorang ahli bedah bernama Walter reed (1851-1902) dengan menggunakan manusia sebagai volunteer membuktikan bahwa virus tersebut dibawa oleh nyamuk tertentu lainnya membawa protozoa penyebab malaria. Salah satu cara penting untuk mencegah penyakit tersebut adalah mengurus air yang tergenang yang digunakan nyamuk untuk tempat berkembang biak. Pada massa periode modern ditandai dengan diraihnya beberapa hadiah Nobel oleh para ahli mikrobiologi yang bergerak dalam bidang pengobatan dan kedokteran, seperti oleh Domagk (1939) untuk penemuan obat-obat sulfa sebagai obat ampuh untuk infeksi bakteri, oleh Flemming, Florey & Chain (1945) untuk penemuan antibiotika penisilin, oleh Waksman (1952) untuk penemuan antibiotik sterptomisin, oleh Stanley (1946) untuk penemuan protein-virus secara murni, dan oleh Enders, Welle Beadle (1954) untuk penemuan virus poliomyelitis sehingga pembuatan vaksin polio memungkinkan untuk dilakukan. Metode pencegahan dan pengobatan yang telah dikemukakan untuk memberantas penyakit karena mikroorganisme mencakup imunisasi (misalnya vaksinasi), antisepsis (cara-cara untuk meniadakan atau mengurangi kemungkinan infeksi), kemoterapi (perawatan pasien dengan bahan kimia), dan cara-cara kesehatan masyarakat (misalnya, pemurnian air, pembuangan limbah, dan pengawetan makanan). Pasteur melanjutkan penemuannya mengenai penyebab dan pencegahan penyakit-penyakit menular. Sekitar 1880 ia mengisolasi bakteri yang menjadi penyebab kolera ayam dan menumbuhkannya pada biakan murni. Untuk menunjukkan bahwa benar-benar dia telah mengisolasi bakteri penyebab penyakit tersebut maka ia menggunakan teknik-teknik dasar yang dikemukakan Koch.
Pada tahun 1880, Pasteur dengan menggunakan teknik dari Konch untuk mengisolasi dan membiakkan bakteri yang menyebabkan kolera pada ayam. Untuk membuktikan penemuannya, Pasteur membuat demonstrasi dihadapan publik tentang percobaannya yang telah dilakukan berulang kali di laboratorium. Dia menginjeksikan biakkan bakteri kolera pada ayam sehat dan menunggunya sampai ayam tersebut menunjukkan gejala penyakit. Akan tetapi hasilnya membuat Pasteur mendapat malu karena ayamnya tetap hidup dan sehat. Pasteur kemudian mengevaluasi langkah-langkah yang menyebabkan demonstrasi tersebut gagal. Dia menemukan bahwa secara kebetulan dia menggunakan biakan tua seperti yang telah dilakukan sebelumnya, dan satu kelompok adalah ayam yang tidak pernah di inokulasi. Selanjutnya kedua kelompok ayam tersebut diinjeksi dengan biakan segar. Hasilnya, kelompok ayam yang kedua mati sedang kelompok ayam yang pertama tetap sehat. Pertama hal ini membuatnya bingung, tetapi Pasteur segera menemukan jawabannya. Pasteur menemukan bahwa, bakteri jika dibiarkan tumbuh menjadi biakan tua menjadi avirulen yaitu kehilangan virulensinya atau kemampuan untuk menyebabkan penyakit. Tetapi bakteri avirulen ini masih dapat menstimulasikan sesuatu dalam tubuh host dan pada infeksi berikutnya manjadi imun atau tahan terhadap penyakit. Pasteur selanjutnya menerapkan prinsip imunisasi untuk mencegah anthrax. Pasteur menyebut bakteri yang telah avirulen tersebut engan vaccin dari bahasa latin vaccayang artinya sapi dan imunisasi dengan biakan tersebut dikenal dengan vaksinasi (istilah yang diturunkan dari bahasa Latin vacca yang berarti “sapi”) dan imunisasi dengan biakan bakteri diatenuasi disebutnya vaksinasi. Dengan demikian Pasteur telah menghormati Edward Jenner (1749- 1823). Dengan vaksinasi tersebut Pasteur mengenali atau mengetahui hasil kerja sebelumnya yang dilakukan oleh Edward Jenner (1749 – 1823) yang telah sukses memfaksinasikan para pekerjanya di peternakan yang telah terkena copox dari ternak sapinya tetapi tidak pernah berkembang menjadi serius. Jenner menduga bahwa karena terbiasa menghadapi cowpox akan mencegahnya dari serangan smallpox. Untuk membuktikan hipotesisnya ini Jener menginokulasi James Phipps pertama dengan materi yang menyebabkan cowpox yang diambil dari luka, kemudian dengan agen smallpox. Anak laki-laki tersebut tidak menunjukkan gejala smallpox. Nama Pasteur selanjutnya dikenal dimana-mana dan oleh banyak orang dianggap sebagai peneliti tentang mikroorganisme yang ajaib. Untuk itu ia diminta membuat vaksin pencegah hidrofobia atau rabies, penyakit yang ditularkan ke manusia melalui gigitan anjing, kucing, atau binatang yang terinfeksi lainnya. Pasteur adalah seorang ahli kimia, bukan dokter dan Pasteur tidak biasa memperlakukan manusia. Disamping kenyataan bahwa penyebab penyakit rabies adalah belum diketahui, tetapi Pasteur mempunyai keyakinan yang kuat bahwa itu adalah mikroorganisma. Ia dapat membuat kelinci terkena penyakit setelah diinokulasi dengan saliva anjing. Selanjutnya Pasteur dan asistennya mengambil otak dan tulang belakang kelinci tersebut dan mengeingkannya dan membuatnya menjadi larutan. Anjing yang diinokulasi dengan campuran tersebut dapat terhindar dari rabies. Akan tetapi vaksinasi terhadap anjing sangat berbeda dengan manusia. Pada bulan Juli 1885, seorang anak laki-laki bernama Joseph Meister digigit oleh serigala dan keluarganya membujuk Pasteur untuk menginokulasi anak tersebut. Kekawatiran Pasteur dan orang-orang menjadi berkurang setelah anak laki-laki tersebut tidak mati. Selanjutnya Pasteur menjadi terkenal dan memperoleh banyak dana yang kemudian digunakan untuk mendirikan Institute Pasteur di Paris yang sangat terkenal.
Dalam waktu yang bersamaan. Elie Metchnikoff (1845-1916) yang bekerja di laboratorium Pasteur, mengamati bahwa leukosit, semacam sel dalam darah manusia, dapat memakan bakteri penyebab penyakit yang ada dalam tubuh. Pelindung terhadap infeksi ini dinamakan fagosit atau “pemakan sel” dan prosesnya disebut fagositosis. Dalam pengertian umum, kata sepsis berarti infeksi, antisepsis berkenaan dengan cara-cara pemberantasan atau pencegahan infeksi. Telah dikemukakan mengenai diperkenalkannya oleh Semmelweis tentang caracara aseptik selama kelahiran agar mengurangi terjadinya demam nifas karena mikroorganisme. Dalam tahun 1860-an seorang ahli bedah Inggris Joseph Lister (1827-1912) mencari cara-cara menjauhkan mikroorganisme dari luka dan torehan (insisi) yang dibuat para ahli bedah karena kematian akibat sebab-sebab   tinggi sekali. Dalam tahun 1864, misalnya, Lister mencatat 45 persen dari pasiennya sendiri meninggal setelah pembedahan. Desinfektan pada waktu itu belum dikenal, tetapi asam karbolat (fenol). Sudah diketahui membunuh bakteri,maka Lister menggunakan larutan encer asam tersebut untuk merendam perlengkapan bedah dan menyemprot ruang bedah.Luka dan torehan yang dilindungi dengan cara ini jarang terkena infeksi dan dengan cepat menjadi sembuh. 
Demikian gemilangnya keberhasilannya itu sehingga tekniknya dengan cepat diterima oleh para ahli bedah lain, dan praktek antisepsis inilah yang mendasari prinsip teknik asesptik masa kini yang digunakan untuk mencegah masuknya mikroorganisme kedalam luka atau insisi. Sekarang banyak sekali macam zat kimia, seperti alkohol dan larutan iodium, dan teknik fisik, seperti misalnya saringan udara, dan lampu ultraviolet germisidal(dapat membunuh kuman), yang digunakan menurunkan jumlah mikroorganisme di tempat –tempat seperti kamar bedah dan kamar anak- anak untuk bayi yang prematur. Pada peralihan abad ini telaah tentang mikrobiologi bercabang menjadi dua arah berbeda tetapi saling melengkapi; yang pertama berkenaan dengan penelitian lebih lanjut untuk menemukan kegunaan mikroorganisme dan yang kedua berkaitan dengan telaah terperinci ciri-ciri hayati jasad renik. Jasad-jasad renik ini acapkali diteliti untuk memperoleh informasi mengenai organisme lain yang tidak mudah diperoleh melalui percobaan-percobaan langsung pada organism tersebut. Penelitian ini dengan jasad renik telah menghasilkan banyak sumbangan yang luar biasa bagi biologi, biokimia dan kedokteran. Mikrobiologi yang merupakan bagian dari bidang biologi, tersusun oleh banyak disiplin (sub bidang). Pembagian disiplin ini tergantung kepada arah atau orientasinya, apakah terhadap taksonomi (susunan dan pengelompokan mikroorganisme), terhadap habitat (tempat hidup dan perkembangan mikroorganisme), terhadap problema (permasalahan yang ada atau ditimbulkan akibat mikroorganisme), sehingga sedikitnya akan ada 21 disiplin/sub bidang mikrobiologi yang dikenal sesuai keberadaannya. Berdasarkan kepada disiplin didalam bidang mikrobiologi, akan nampak jelas kaitan ilmu tersebut sebagai ilmu dasar dan ilmu terapan. Sebagai ilmu dasar karena di dalamnya tercakup pembahasan permasalahan yang berhubungan dengan bentuk, sifat, perkembangbiakan, penyebaran dan lingkungan yang mempengaruhinya. Sedang sebagai ilmu terapan, karena secara langsung jasad-jasad yang terdapat di dalam dapat berperan, baik di bidang yang menguntungkan seperti proses pembuatan dan peningkatan nilai gizi-nutrisi dan organileptik bahan makanan, industri farmasi, industri-kimia, bidang pertanian dan sebagainya. Juga secara langsung peranan jasad-jasad sebagai penyebab penyakit pada tanaman, hewan dan manusia, serta sebagai jasad penghasil toksin (racun) yang membahayakan. Bahkan peranan mikroorganisme di dalam lingkungan hidup, yang saat ini mulai dikembangkan adalah:
Sebagai jasad yang secara langsung ataupun tidak langsung mempengaruhi lingkungan
Juga sebagai jasad yang secara langsung ataupun tidak langsung dipengaruhi oleh lingkungan, Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka pengembangan penggunaan mikroorganisme sebagai jasad parameter-alami (indikator–alami) terhadap perubahan didalam lingkungan, mulai banyak digunakan, khususnya akibat adanya pencemaran domestik (dari rumah tangga) ataupun non-domestik (dari pabrik, industri, pertanian dan sebagainya).
 Sumber:  Jawetz. 2001. Mikrobiologi Kedokteran. Salemba Medika. Jakarta.

Metode Penelitian dengan Cara Blot : Western blot, Eastern Blot, Northern Blot dan Southern Blot

Advertisement


Blot adalah suatu teknik memindahkan bagian protein yang telah dipisahkan, RNA atau DNA dari gel ke lembaran tipis atau matriks membran agar bagian protein tersebut mengalami imobilisasi.

Keuntungan teknik blot adalah ;

a. Akses yang lebih besar kepada molekul yang telah terikat ke permukaan lembaran dibandingkan kepada molekul yang masih berada di dalam gel atau matriks. 

b. Lebih sedikit reagen yang dibutuhkan. 

c. Waktu untuk melakukan staining dna destaining, inkubasi, mencuci, dll dapat lebih singkat.

d. Pola yang terbentuk dapat dikeringkan dan disimpan berbulan-bulan sebelum dianalisis. 

e. Dapat dibuat banyak replika pola tersebut untuk memungkinkan banyak metode analisis yang dipakai 

Matriks Yang Di Gunakan Dalam Metode Blot 

Matriks yang biasa dipakai dapat berupa nitroselulosa (NC). Namun NC juga memiliki kekurangan, yaitu beberapa komponen yang memiliki afinitas lemah dapat hilang selama pemrosesan. Matriks lain yang dapat digunakan untuk menutupi kekurangannya yaitu kertas diazobenzyloxymethyl (DBM). Ada pula kertas lain, yaitu iazophenylthioeter (DPT).
Sumber: KLIK SINI 

Macam Macam Metode Blotting

1. Southern Blot
Southern blot pertama kali dikemukakan oleh Southern (1975). Teknik ini mentransfer DNA ke kertas NC dengan menggunakan prosedur aliran pelarut. Caranya yaitu dengan menempatkan gel elektroforesis ke kertas matriks yang direndam buffer dan berada di atas sesuatu seperti spons yang telah dibasahi dengan buffer. Membran tersebut diletakkan di atas gel dan ditumpuk pula beberapa kertas peresap di atasnya. Buffer kemudian akan mengalir pelan-pelan ke membran, demikian pula dengan gel yang membawa molekul ke kertas membran, sementara gelnya diserap oleh kertas peresap. Fragmen DNA yang spesifik dideteksi dengan menggunakan pelacak. Pelacak biasanya merupakan DNA yang dimurnikan dan bisa ditandai dengan aktifitas spesifik radionukletida. Lokasi sinyal yang terlihat setelah autradiografi membuat kita dapat menentukan ukuran dari fragmen DNA tersebut. 

2. Northern Blot 
Northern Blot merupakan tekniknya sama dengan Southern Blot, namun menggunakan kertas DBM dan biasanya mendeteksi RNA.

3. Eastern Blot
Eastern Blot merupakan teknik yang ditemukan oleh Reinhard dan Malamud (1982), adalah proses transfer bidirectional dengan menggunakan aliran pelarut protein dari gel ke NC berdasarkan titik isoelektrik.

4. Western Blot
Teknik ini pertama kali dibuat oleh W. Neal Burnette dan dinamai western blot sebagai olok-olokan terhadap tekini southern blot yang pertama kali ditemukan.

Western blot merupakan teknik untuk mendeteksi protein spesifik pada sampel jaringan yang homogenat ataupun dari suatu ekstraksi berdasarkan kemampuan protein tersebut berikatan dengan antibodi. Teknik ini menggunakan gel elektroforesis untuk memisahkan protein berdasarkan panjang polipeptida atau berdasarkan struktur 3D-nya. Protein tersebut kemudian ditransfer ke sebuah membran, biasanya nitroselulosa atau PVDF, dimana mereka kemudian akan dilacak dengan menggunakan antibodi yang spesifik kepada protein target.

Western blot dapat mendeteksi suatu protein dalam kombinasinya dengan sangat banyak protein lain, dapat memberikan informasi mengenai ukuran dan ekspresi protein tersebut. Sumber: KLIK SINI

Western blot adalah proses pemindahan protein dari gel hasil elektroforesis ke membran. Membran ini dapat diperlakukan lebih fleksibel daripada gel sehingga protein yang terblot pada membran dapat dideteksi dengan cara visual maupun fluoresensi. Deteksi ekspresi protein pada organisme dilakukan dengan prinsip imunologi menggunakan antibodi primer dan antibodi sekunder. Setelah pemberian antibodi sekunder, deteksi dilakukan secara visual dengan pemberian kromogen atau secara fluoresensi. Pada deteksi secara fluoresensi, reaksi antara antibodi primer dengan antibodi sekunder akan memberikan hasil fluoresens yang selanjutnya akan membakar film X-ray, deteksi ini dilakukan di kamar gelap.

Langkah-langkah dalam Western Blot :

1) Menyiapkan sampel yang akan diteliti, apakah itu limfosit T atau fibroblas ataupun sel darah tepi. Sampel harus dijaga tetap dingin. 

2) Menyiapkan buffer agar pH dapat berada pada jangkauan yang stabil. 

3) Menyiapkan antibodi yang akan digunakan sebagai pelacak 

Monoklonal antibodi maupun poliklonal antibodi dapat digunakan 

a. Antibodi monoklonal adalah yang lebih baik digunakan, karena : 
• Sinyal yang lebih baik 
• Spesifisitas yang lebih tinggi 
• Hasil yang lebih jernih pada proses pembuatan film western blot 

b. Antibodi Poliklonal 
- Mengenali lebih banyak epitop 

4) Melisis Sel 

Kita perlu melisis sel untuk mengeluarkan protein yang diinginkan dari sel. Untuk melisis sel dapat digunakan detergen SDS dan RIPA. Bila yang diinginkan adalah sebuah protein yang terfosforilasi, maka perlu ditambahkan inhibitor fosfatase agar gugus fosfat pada protein tersebut tidak dibuang. Cara melisis : sentrifuge dan ambil pellet yang terbentuk. Jaga agar tetap dingin dengan menggunakan kotak es. Tambahkan buffer lisis, lalu kumpulkan dalam tabung eppendorf, jaga agar tetap dingin. 

5) Gel Elektroforesis 

Gel yang biasa dipakai misalnya SDS-PAGE (sodium dodecyl sulfate- polyacrylamide gel electrophoresis) untuk memisahkan protein berdasarkan ukurannya dengan adanya arus listrik. Akrilamid 10% juga ditambahkan. Kerja SDS-PAGE ini adalah dengan mendenaturasi polipeptida setelah terlebih dahulu polipeptida tersebut dibuang struktur sekunder dan tersiernya. Sampel terlebih dahulu dimasukkan ke dalam sumur gel. Satu jalur biasanya untuk satumarker. Protein sampel akan memiliki muatan yang sama dengan SDS yang negatif sehingga bergerak menuju elektroda positif melalui jaring-jaring akrilamid. Protein yang lebih kecil akan bergerak lebih cepat melewati jaring-jaring akrilamid. Perbedaan kecepatan pergerakan ini akan terlihat pada pita-pita yang tergambar pada tiap jalur. 

6) Transfer Gel 
Agar protein tersebut dapat diakses oleh antibodi, maka protein tersebut harus dipindahkan dari gel ke sebuah kertas membran, biasanya nitroselulosa atau PVDF. Membran ini diletakkan di atas gel, dan tumpukan kertas penyerap diletakkan di atasnya. Larutan buffer kemudian akan merambat ke atas melalui reaksi kapiler dengan membawa protein-proteinnya. 

Cara lain untuk mentransfer protein adalah dengan menggunakan teknik elektroblotting. Teknik ini menggunakan arus listrik untuk menarik protein dari gel ke membran. 

Selain itu, diperlukan pula sebuah prosedur untuk mencegah terjadinya interaksi antara molekul-molekul yang tidak diinginkan agar hasil yang diperlukan lebih jernih (to reduce ‘noise’). Caranya adalah dengan menempatkan membran pada BSA (Bovine serum albumin) atau non-fat dry milk dengan sedikit detergen tween 20 sehingga serum tersebut akan menempel pada pada daerah yang tidak ditempeli protein sampel. Hal ini bertujuan untuk membuat antibodi hanya akan dapat menempel pada binding site protein target. Setelah itu, barulah membran dengan protein sampel tersebut diinkubasi dnegan antibodi. 

7) Deteksi
Deteksi dilakukan dengan antibodi yang telah dimodifikasi bersama dengan sebuah enzim yang disebut reporter enzyme. Proses deteksi biasanya berlangsung dalam dua tahap, yaitu :

a. Antibodi Primer
Antibodi yang digunakan di sini adalah antibodi yang pertama kali dihasilkan sistem imun ketika terpajan protein target. Antibodi terlarut kemudian diinkubasi bersama kertas membran paling sedikit selama 30 menit. 

b. Antibodi Sekunder 
Setelah diinkubasi bersama antibodi primer, kertas mebran dibilas terlebih dahulu barulah diinkubasi dengan antibodi sekunder. Antobodi sekunder adalah antobodi yang spesifik untuk suatu spesies pada antibodi primer. Misalnya, anti-tikus hanya akan berikatan pada antibodi primer yang berasal dari tikus. Antibodi sekunder biasanya berikatan dengan enzim reporter seperti alkaline fosfatase atau horseradish peroxidase. Antibodi sekunder ini kemudian akan menguatkan sinyal yang dihasilkan oleh antibodi primer. 

Sekarang, proses deteksi dapat dilakukan dengan satu langkah saja, yaitu dengan menggunakan antibodi yang dapat mengenali protein yang diinginkan sekaligus memiliki label yang mudah dideteksi

8) Analisis 
a. Colorimetric detection 
Metode ini digunakan bila substrat dapat bereaksi dengan reporter enzyme sehingga dapat mewarnai membran nitorselulosa 

b. Chemiluminescent 
Metode ini digunakan bila substrat merupakan molekul yang bila bereaksi dengan antibodi sekunder atu dengan reporter enzyme akan teriluminasi. Hasilnya kemudian diukur dengan densitometri untuk mengetahui jumlah protein yang terwarnai. Teknik terbarunya yang paking canggih disebut Enhanced Cheiluminescent (ECL). Teknik inilah yang paling banyak digunakan sekarang. 

c. Radioactive detection 
Metode ini menggunakan X-ray yang bila mengenai label akan menciptakan region gelap. Namun metode ini sangat maha dan beresiko tinggi terhadap kesehatan. 

d. Fluorescent detection 
Pelacak yang mmepunyai label yang dapat mengalami fluorosensi lalu kemudian dideteksi oleh fotosensor seperti kamera CCD yang menangkap image digital dari western blot. Hasil kemudian dapat dianalisi secara kuantitaif maupun kualitatif 

Metode ini juga merupakan salah satu metode yang paling sering digunakan karena sangat sensitif. 
Sumber: KLIK SINI 


Daftar Pustaka 
Andrews AT. Electrophoresis Theory, Techniques, Biochemical and Clinical Application. Clarendon press : Oxford ; 1986. 

Molecular Station. “Western Blot”. Available at : 

http://www.molecularstation.com/protein/western-blot/ (diakses pada 25 Maret 2008).

Penyakit Leukemia atau Kanker Darah

Advertisement

Pengertian Penyakit Leukimia

Leukimia adalah suatu penyakit dimana ketika sel darah bersifat kanker yakni membelah tak terkontrol dan menggangu pembelahan sel darah normal. Leukemia berasal dari bahasa yunani yaitu : leukos = putih, haima = darah. 

Jenis jenis Penyakit Leukemia

a. Berdasarkan Asal Sel Kanker

  • Miolosit/Myelogeneus leukemia yaitu jika sel darah kanker berasal dari sel darah merah, granulosit, makrofage dan keping darah.
  • Limposit / Lymphocyte leukemia yaitu jika sel leukemia berasal dari sel limposit.

b. berdasarkan cepatnya perkembangan kanker
  •  leukemia akut yaitu bila waktu hidup penderita tanpa pengobatan dalam hitungan minggu.
  •  leukemia kronis yaitu bila waktu hidup penderita tanpa pengobatan dalam hitungan tahun.


Hasil scanning dengan microskop elektron pada limposit T yang merupakan salah satu jenis sel darah putih yang berperan dalam imunitas tubuh. Jika sel darah leukemia berasal dari sel ini maka disebut lymphocytic /limposit. Lymphocyte leukemia Patologis bisa dibedakan beberapa tipe leukemia dengan bentuk luar sel seperti pada sel leukemia berambut, yang merupakan contoh lymphocytic leukemia kronis.


Mengapa Leukimia terjadi? 

Fibroblast growth factors (FGFs) termasuk dalam kelompok pleiotropic heparin-binding growth factors. FGFs yang diproduksi sel leukemia mengganggu fungsi autokrin dan parakrin pada tulang sumsum dan dapat menstimulasi diproduksinya sitokin oleh sel stromal dan endothelium. FGFs juga mengacaukan variasi tipe sel mesodermal dan neuroectodermal

yang mengakibatkan perubahan proliferasi, pergerakan, ketahanan, dan diferensiasi sel. FGFs mengacaukan aktivitas itu dengan berikatan dengan reseptor protein kinase dan permukaan sel heparan sulfate proteoglycans.


Ciri-ciri dan symtoms leukemia

Kekurangan sel darah merah fungsional = kulit pucat, mudah lelah, nafas pendek

Kekurangan sel darah putih fungsional = mudah terinfeksi penyakit

Kekurangan keping darah = mimisan, gusi meradang atau berdarah, timbul bintik-bintik merah sebesar biji jagung pada kulit.

Penyebab Leukemia
  • Radiasi seperti saat Pemboman di Hisroshima dan Nagasaki
  • Penggunaan zat-zat kimia tertentu, seperti benzene
  • Virus HTLV ( T-cell Leukemia Viruses ) I dan II
  • Penyakit menurun, seperti sindrom down 

Penyebab Leukemia Domestic Cat Virus yang berhubungan dengan leukemia sangat jarang dari manusia, tapi biasanya dari hewan, seperti ayam, tikus, dan kucing. Feline leukemia virus (FeLV)menyebabkan penyakit pada 'domestic cat'. Gejalanya seperti penurunan berat dan anemia Diagnosa Leukemia Pada orang sehat, sekitar 45 % dari volume darah terdiri dari sel darah merah (dominan). 
Sumber artikel KLIK DISINI


Pengobatan Pada Penderita Leukemia 

Pengobatan leukemia tergantung pada tipe dan tingkat leukemia serta disesuaikan pada setiap individu pasien. Pada umumnya (leukemia akut dan kronis), dilakukan kemoterapi dimana menggunakan obat yang membunuh sel sel yang membelah terlalu cepat, Rosy Periwinkle yang ditemukan di hutan mandagaskar digunakan untuk pengobatan leukemia. Tumbuhan ini terancam punah.

Radiasi juga digunakan untuk membunuh sel leukemia yang berakumulasi di berbagai bagian tubuh, seperti otak dan saraf (leukemia akut); saluran limfa (leukemia kronik). Jika tidak diobati, sel leukemia pada otak dan saraf dapat mengakibatkan sakit kepala, pandangan kabur, pusing, bengkak daerah yang terinfeksi. 

o Prosedur : penghancuran sel leukemia dengan radiasi total dan kemoterapi dosis tinggi
o Kerugian : sel pembentuk darah pada sumsum tulang ikut dihancurkan
o Solusi : transplantasi sumsum dari saudara kandung atau keluarga dekat

· Laser radiasi sinar gamma Dengan dosis tinggi dilokalisasikan pada daerah tempat berakumula sinyal sel leukemia.

· Transplantasi stem cell Pada pasein yang masih muda, bila kemoterapi tidak memungkinkan berhasil atau dapat menimbulkan kekambuhan, maka transplantasi sel dapat dilakukan. Stem cell : sel yang tidak berdiferensiasi yang dapat menghasilkan sel bertipe sama dengan sel yang ditransplantasikan. Stem cell diberi antibody agar dapat berikatan secara selektif. Yang negatif ( sel tumor ) dibuang sedang yang positif ( sehat ) dibiarkan hidup di laboratorium. Teknik ini disebut pencucian stem cell. Setelah melakukan kemoterapi dan radiasi, stem cell pasien dikembalikan ke aliran darah. Stem cell akan menuju ke tulang sumsum dan memulai proses pembentukan darah.

Keuntungan dan Kerugian Transplantasi Stem Cell

Keuntungan : Sistem imun tidak akan aktif untuk membunuh sel hasil transplantasi

Kerugian : memerlukan waktu yang cukup lama agar sel dapat berfungsi dengan baik

· Immunoterapi. Pada teknik ini, sel hibridoma ( sel yang terdiri dari sel kanker yang dapat membelah terus menerus dan limfosit B yang dapat memproduksi antibodi tertentu ) memproduksi antibodi monoklonal. Antibodi monoklonal diinjeksikan ke tubuh pasien menuju ke permukaan sel leukemia mengantar substansi radioaktif tepat ke sel leukemia kemudian membunuh sel leukemia dengan efek minimal pada sel sehat Contoh penggunaan immunoterapi pada leukemia berambut BL22 merupakan immunotoksin yang berasal dari RFB4 MoAb and Pseudomonas exotoxin. Ukuranya sangat kecil sehingga sangat efektif untuk mempenetrasi sel leukemia. BL22 akan berikatan dengan reseptornya, yaitu CD22 yang merupakan glikoprotein dan masuk ke dalam sel leukemia. BL22 akan diproses dan ditranslokasikan ke sitosol. Di sitosol, BL22 akan mengaktalisis ADP ribosylation untuk perpanjangan factor 2 (ADP-r- EF2) dan menyebabkan kematian sel leukemia

· Vaksinasi Terapi Gen 

Struktur retrovirus 

B.Virus berikatan dengan reseptornya pada permukaan sel target

Virus akan masuk ke sel target (leukemia) dan melepaskan intinya ke sitoplasma. Terjadi reverse transkripsi dengan menggunakan enzim recerse transkriptase virus sehingga menghasilkan double helix DNA. DNA masuk ke nukleus dan berikatan dengan genon sel inang. Karena gen virus telah digantikan dengan transgene, maka hanya akan terbentuk transgen protein. Protein ini akan akan meningkatkan sistem imun untuk melawan sel leukemia
sumber artikel
 KLIK DISINI

Apakah Orang Sehatpun Bisa Kena Leukimia

Orang yang tampak sehat, bisa saja ada riwayat memiliki penyakit bawaan, berisiko menjadi pasien Leukemia. Penyakit leukemia yang dikenal kanker sel darah putih, salah satu jenis penyakit mematikan ini bisa menyerang mereka yang semula terlihat bugar. Begitu menyerang manusia, Penyakit kanker tersebut mampu membuat angka harapan hidup merosot drastis. Tak hanya terkait kekebalan tubuh yang menurun tajam akibat darah putih--sebagai sistem imun yang tidak normal, penyakit ini juga membuat mental pasien ikut anjlok, sehingga proses penyembuhan pun menjadi kian sulit. Kanker darah ini cenderung menyerang individu di grup usia 50-an ke atas. Namun dilaporkan pula banyak kasus leukemia saat ini terjadi di kalangan anak dan usia muda yang berujung kematian. Berdasarkan laporan pasar medis, hampir 100 ribu orang tiap tahun terserang kanker darah putih. 

Apa sebenarnya pemicu kanker tersebut. Hingga kini penyebab pastia utama leukemia masih menjadi perdebatan di kalangan pakar, mengingat sebagian besar pasien leukemia menderita akibat kelainan genetika atau bawaan. Namun, bukan berarti, anda yang tidak memiliki kelainan genetik dapat tenang. Ada beberapa penyebab gangguan kesehatan yang terbukti membuka peluang seseorang terpapar Leukemia. Berikut ini adalah beberapa hal yang meningkatkan risiko tersebut dan sebaiknya anda mewaspadainya sejak dini, baik terhadap diri sendiri maupun keluarga.

Human T-Cell Leukemia Virus, Ini merupakan satu jenis virus yang menyebar akibat berbagi jarum suntik. Penularan virus ini juga ditimbulkan lewat hubungan seksual, atau ibu pembawa virus yang tengah menyusui bayinya. Apabila terinfeksi oleh virus Human T-Cell Leukemia, otomatis peluang terpapar penyakit tersebut pun kiat meningkat.

Rokok, Produk asal tembakau ini sepertinya menjadi musuh utama kesehatan. Jika anda termasuk penikmat asap yang mengalir lewat mulut dan hidung, maka sebaiknya kini mulai berhati-hati. Rokok terbukti meningkatkan peluang seseorang terpapar leukemia. Perokok cenderung menghisap banyak zat kimia berbahaya saat merokok. Partikel-partikel berbahaya itu masuk aliran darah, di sana mereka mengundang masuk banyak gangguan kesehatan. Perokok aktif di atas usia 60 memiliki risiko dua kali lipat terkena penyakit leukemia. Jika anda dapat menghentikan kebiasaan penuh ancaman itu, maka tubuh anda pun ikut menikmati dan berterima kasih.

Terapi Kanker, Tidak banyak orang di luar sana menyadari fakta bahwa leukemia dapat dipicu oleh beberapa terapi pengobatan kanker. Pasien yang menjalani terapi radiasi atau jenis kemoterapi tertentu dapat mengembangkan leukemia dalam tubuhnya sejala dengan waktu. Ketika tidak timbul gejala yang terlihat saat itu juga, anda bisa jadi terjangkit oleh zat-zat terapi itu setelah beberapa tahun lagi, pasca-usai pengobatan.

Bahan Kimia, Mereka yang bekerja dengan risiko tubuh terpapar benzene dalam konsentrasi tinggi bisa jadi mengembangkan leukemia dalam tubuh sejalan dengan waktu. Benzene adalah produk utama dalam pabrik kimia. Selain zat tersebut, sering terpapar dengan formaldehida juga memperbesar risiko terkena leukemia.

Radiasi bom atom, Penyebab satu ini tidak bisa disangkal. Jika anda tinggal di sekitar lingkungan di mana anda setiap hari 'bergaul' dengan radiasi bom atom, maka kesempatan menjadi pasien leukemia pun cukup tinggi. Tak hanya itu, radiasi jenis ini pun berpotensi merenggut kesehatan anda sepenuhnya.

Kelainan genetika, Beberapa kelainan genetika tertentu juga meningkatkan peluang seseorang terjangkiti leukemia, terutama kelainan yang disebabkan kromosom abnormal. Down syndrome atau epilepsi kategori serius juga dianggap faktor pemicu leukemia.

Perlu diingat juga, sangat mungkin seseorang terserang leukemia tanpa kehadiran faktor pemicu risiko diatas. Namun peningkatan faktor pemicu membuat anda pun cenderung lebih rentan dengan penyakit tersebut. Dalam dunia kedokteran beberapa tahun kebelakang, sebuah studi mengklaim bahwa tubuh yang kerap terpapar medan elektromagnetik dapat meningkatkan risiko leukemia. Namun, hanya sedikit pakar kedokteran yang mendukung klaim tersebut. Fakta yang kini berkembang, gelombang elektromagnetik ikut memicu leukemia masih menjadi perdebatan
Sumber artikel
  KLIK DISINI


.

Berbagai Penyakit pada Sistem Pernapasan

Advertisement
Penyakit yang sering menyerang sistem pernapasan ataupun kelainan / gangguan pada sistem respirasi terjadi dan ditemukan pada organ-organ penyusun sistem pernapasan. Beberapa kelainan dan gangguan yang umum pada sistem pernapasan adalah sebagai berikut ini :
  1. Asma adalah gangguan pada sistem pernapasan dengan gejala sukar bernapas , bunyi mendesah, batuk-batuk, dan merasa sesak di dada. Kelainan ini dapat disebabkan karena alergi terhadap benda (debu, bulu atau lainnya ), suasana tertentu ataupun kondisi psikis ( emosi dan stress ).
  2. Bronkhitis adalah radang pada selaput lendir dari trakhea dan saluran bronkhial . Gejala umum antara lain : batuk-batuk, demam, dan sakit dibagian dada. 
  3. Asfiksi adalah gangguan dalam proses transportasi oksigen ke jaringan atau penggunaan oksigen oleh jaringan. Penyebab asfiksi bisa jadi terletak dalam paru-paru, pembuluh darah ataupun sel / jaringan tubuh.Pada kasus tenggelam misalnya, alveolus bisa terisi air sehingga akan mengganggu transportasi oksigen ke dalam sel / jaringan.Pada kasus keracunan gas monoksida atau karbondioksida , hemoglobin mengikat karbonmonoksida sehingga kemampuan hemoglobin mengikat oksigen mejadi berkurang. 
  4. Dipteri adalah  penyakit infeksi pada saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Racun bacteri yang menyebar melalui aliran darah dapat merusak selaput jantung, menimbulkan demam, kelelahan dan kadang lumpuh bahkan bisa sampai menyebabkan meninggal dunia. 
  5. Emfisema adalah suatu kondisi non infeksi dimana permukaan alveoli menjadi meluas berlebihan dan mengakibatkan penggelembungan paru-paru yang berlebihan akibatnya pernapasan menjadi bertambah sulit.
  6. Faringitis adalah berupa perdangan pada faring yang disebabkan oleh infeksi bacteri atau virus tertentu. Peradangan dapat juga terjadi akibat terlalu banyak merokok. Tanda umum, rasa sakit saat menelan makanan, dan kerongkongan terasa kering sekali. 
  7. Kanker paru-paru adalah tumor ganas yang sering terbentuk di dalam epitel bronkhial. Banyak dialami oleh laki-laki usia tengah tua yang banyak merokok.
  8. Pneumonia adalah infeksi pada paru-paru yang disebabkan oleh bacteri atau virus. Bisa juga oleh penyebab lain yang belum dikenali 
  9. Rinitis adalah radang pada membran mukosa rongga hidung yang menyebabkan bengkak dan mengeluarkan banyak lendir. Biasanya disebabkan oleh alergi terhadap sesuatu benda atau keadaan.   Sumber: KLIK SINI


.

Ulasan dan Evaluasi Praktikum Lapangan Mata Kuliah Botani Tumbuhan Rendah dan Zoologi Avertebrata Mahasiswa FKIP Biologi UM Metro Di pantai Tanjung Setia

Advertisement

Praktikum lapangan Mata Kuliah Botani Tumbuhan Rendah dan Zoologi Avertebrata Mahasiswa FKIP Biologi UM Metro yang diadakan di Pantai Tanjung Setia Kabupaten baru yaitu kabupaten Pesisir Barat propinsi Lampung.  Daerah ini yang sebelumnya masuk dalam kabupaten Lampung Barat dengan Ibu Kotanya Liwa.  Pantai Tanjung Setia adalah pantai yang terkenal dengan ombaknya yang indah dan bagus untuk berselancar / surfing. 

Dari informasi Bapak pemilik cotage / penginapan Utopia (salah satu cotage yang ada di bibir pantai tersebut dna tempat kita menginap) bahwa Pantai Tanjung Setia adalah pantai dengan ombak untuk berselancar paling bagus nomor ketiga di dunia setelah di pantai kepulauan mentawai dan Nias. Menurut penyampaian pemilik cotage tersebut itu juga,  Pantai Tanjung Setia ombaknya lebih bagus dibandingkan pantai Kuta yang ada di Bali dan paling murah serta aman.  Bagitu juga yang disampaikan Ibu Dewi (Pemilik sekaligus Manajemen Utopia Cotage) bahwa turis turis dari Australia lebih senang ke pantai Tanjung Setia dibanding ke Bali karena pantainya masih bersih dan alami (bersih disini tidak kotor karena limbah plastik dan industri). Saya juga sependapat dengan penyampaian Bapak dan Ibu tersebut, dari pengalaman saya sudah beberapa kali ke pantai Kuta dan Pantai tanjung setia, memang ombak dipantai ini sangat indah dan bentuk gulungannya yang sangat menarik seperti di video-video surfing dibanding pantai kuta. Ini sedikit cerita tentang indahnya ombak di Pantai Tanjung Setia yang terkenal di Dunia, tetapi yang ingin saya ulas disini adalah keindahan biota laut-nya yang sangat melimpah. Bentuk dari Pantai Tanjung Setia memiliki khas sendiri karena pada garis bibir pantai hingga kurang lebih 50 meter ke arah laut memiliki tempat yang landai, yang mana ombaknya terpecah di bagian jauh dari bibir pantai. Sehingga ombaknya kecil dan kaya akan biota-biota laut yang kedalamannya rata-rata dibawah setengah meter. Hal inilah membuat Saya merekomendasikan untuk study biota laut lebih jauh lagi. 

ARTIKEL TERKAIT KUNJUNGI KLIK SINI

Menindak lanjuti artikel saya sebelumnya tentang pantai tanjung setia : Jalan Jalan ke Pantai Tanjung Setia Krui Lampung Barat dan Tanjung Setia Beach Nice Trips As Survei Area For Field Study

Jauh Hari sebelumnya Saya berdiskusi dengan Dosen-dosen pengampu mata kuliah Mata Kuliah Botani Tumbuhan Rendah dan Zoologi Avertebrata FKIP Biologi UM Metro tentang praktikum lapangan mata kuliah tersebut. Dimana yang setiap tahunnya selalu melakukan praktikum lapangan, akan tetapi ada keluhan kesulitan dalam mencari lokasi yang bagus dan tidak bisa mendapatkan banyak sampel spesies yang berhubungan dengan masing masing kedua mata kuliah tersebut. Sehingga tercetus saya untuk berbagi pengalaman tentang Pantai Tanjung Setia yang ada di Bagian barat lampung. Berdasarkan cerita tersebut hampir semua pihak baik dosen dan mahasiswa  mata kuliah Mata Kuliah Botani Tumbuhan Rendah dan Zoologi Avertebrata sangat antusias untuk pergi ke sana. Sejak awal juga Saya sudah sampaikan segala kendala dan kesulitan untuk mencapai lokasi tersebut. 

Kemudian singkat cerita disepati pembentukan panitia untuk kegiatan praktikum lapangan tersebut, dari awal dan survei itulah banyak rumor dan gosip yang muncul hingga terdengar ke telinga Saya. Sebagai manusia biasa penuh dengan godaan dan keragu-raguan membuat rasa pisimis pun muncul. Akan tetapi karena ada rasa persaudaraan dan keterbukaan dengan sesama teman yang memiliki pola pikir dan pengalaman berbeda,  sehingga berjuang untuk tetap maju menghadapi yang ada di depan muncul kembali (terima kasih banyak buat sahabat dan keluargaku yang selalu ada untukku setiap saat). 

Alhmdulilah, akhirnya praktikumnya terlaksanakan juga: berbagai rintangan dan kendala tertelan sudah, ibarat makanan sudah tercerna tinggal menunggu efek samping dari makanan tersebut. Inilah cerita plus curhat Tenaga Pengajar semasa Praktikum lapangan  Mata Kuliah Botani Tumbuhan Rendah dan Zoologi Avertebrata Mahasiswa FKIP Biologi UM Metro. Awal perjalanan dari kampus UM metro jam 9;30 WIB sampai di Pantai Tanjung Setia jam 6 :15. Target waktu yang dijadwal tidak tercapai, masa survei observasi perjalanan menggunakan mobil ditempuh 7 jam (target 8 jam)  tetapi saat kegiatan ini hampir 10  jam.  Saat tiba di  Pantai Tanjung Setia kondisi hujan turun sehingga sebagian peserta kehujanan dan basah kuyup, terlebih saya yang paling belakang. Akibat hujan tersebut pembagian kamar di cottage (penginapan) tidak baik. Komplen dan keluhan mulai bermunculan,  Walau berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kekurangan tapi terasa asing.  

Makan malam disediakan oleh pihak penginapan, selesai makan melakukan breefing dan kemudian istirahat. Satu persatu muncul keluhan kembali dari mahasiswa terutama  banyak yang sakit. Sebagian pihak berusaha membantu dan menangani keluhan tersebut, yang sakit dibawa ke tim medis yang ada di wilayah tersebut. Terima kasih banyak buat pemilik penginapan yang memfasilitasi sehingga bisa menjangkau tim medis pada malam hari. Hingga jam 23: 00 Kondisi tubuh sayapun mulai menurun karena kepala terasa sakit. Hampir tengah malam kondisi masih hujan dan keluhan mahasiswapun sudah tak terdengar lagi sayapun segera istirahat, untuk menjaga kondisi tubuh dan merefresh otak. Istirahatpun bisa terlaksanan hingga menjelang subuh. Setelah subuhpun mahasiswa sudah banyak bermain-main di pinggir pantai hingga menjelang makan pagi. 

Kegiatan praktikum dilaksanakan pada jam 8 WIB setelah sarapan pagi, hingga jam 11 siang. Dari awal persiapan sebelum terjun ke lapangan sudah dikoordinir oleh asisten hingga pengumpulan sempel hasil praktikum masing-masing kelompok. Dalam praktikum ini tujuan utamanya adalah Study Observasi Tumbuhan Tingkat Rendah Dan Binatang Avertebrata Di Pantai Tanjung Setia. Metode digunakan adalah metode plot untuk tumbuhan tingkat rendahnya dan pengumpulan spesies yang ada di seluruh wilayah Pantai Tanjung Setia untuk Binatang Avertebratanya. 

Sesuai jadwal jam 12 siang, kita semua makan siang dan jam 13:00 sudah menuju mobil untuk pulang kembali ke Kota Metro. Namun hampir setengah jam tertunda karena mobil yang terparter dan memeriksakan sala satu mahasiswa ada yang terkena Bulu Babi ke tenaga medis.  Perjalananpun selesai setelah mencapai kampus UM Metro jam 22: 15 WIB. Hingga mahasiswa habis dijemput dan pulang ke tempat tinggal masing-masing.

Sedikit ulasan tentang kerja tim :  Dalam membangun suatu team jika tidak didasari oleh keikhlasan dan tidak ada rasa tanggung jawab yang tinggi maka pertanda team tersebut tidak solit dan hasilnya juga akan jauh dari sukses. Komunikasi dan keterbukaan adalah salah satu kunci utama dalam membangun dan menjalankan kerja team.  Setiap orang memiliki memiliki pengalaman berbeda–beda, menurut saya semakin banyak pengalaman seseorang seharusnya semakin matang  menjalani hidup ini. Kinerja, manajemen, kedisiplinan, relasi, komunikasi adalah bagian dari proses kematangan tersebut, semoga untuk ke depan lebih menjadi dewasa dan bisa lebih bermanfaat untuk orang lain. setiap orang memiliki ego masing-masing namun sangat disayangkan jika ego itu akan merugikan orang lain,  mungkin kata kasarnya karena ego pribadi telah menzolimi orang lain (sedih dan iba dengarnya).  RIBET YA BACANYA ???? maklum curhat,,, hehe..
 Pada intinya menurut Saya pada kegiatan ini banyak sekali kekurangan kalau saya nilai adalah C. Berikut ini sebagai evaluasi yang telah dilaksanakan untuk kita perbaiki bersama:
1. Ketika kita membangun team kerja bangunlah team tersebut dengan maksimal dan totalitas. Jangan setengah-setengah dan jangan menunggu perintah.
2. Kumpulkan massa, berdiskusi dengan prinsip musyawarah untuk mufakat dengan tujuan yang jelas : memilih pemimpin yang terbaik, menentukan tema kegiatan, jadwal, personil, dan semua perangkat yang berhubungan dengan kegiatan.
3. Tiap tiap personil  tau dan melaksanakan pekerjaan dengan tanggung jawab masing-masing.
4. Mengumpulkan berbagai informasi dan mendiskusikannya bersama serta mencari solusi terbaik.
5. Jika ada kesulitan ; komunikasi bersama dan meminta bantuan/masukan dari pihak yang sudah pengalaman.
6.  Jika tidak siap sebaiknya tidak dilaksanakan. Persiapan dari jauh hari adalah paling baik. Serta jangan biasakan budaya menunda dan menganggap enteng hal yang kecil. Jika kita bisa bertindak mengapa harus menunggu orang lain.
7. Belajar lebih banyak lagi tentang adab dan trik trik dalam berperjalanan jauh serta bagimana hidup di alam (kita kan biologi, apa kata dunia??).
8. Jika kita ada masalah pribadi jangan sampai masalah tersebut akan melibatkan orang lebih banyak dan orang yang tidak tau masalah itu jadi terlibat, jika bisa disiasati dari awal mengapa harus membuat dn menganggu : contohnya jika ada penyakit parah lebih baik tidak perlu ikut kegiatan atau siap obat pribadi, tidak biasa di lapangan ya jika tidak nyaman bisa diskusikan sebelumnya atau tidak ikut serta, dll.
9.  Oke keep spirit dan terus belajar dan belajar lagi hingga maut menjelang. 
10.  Maaf sebesar-besarnya atas semua kesalahan dan kekhilafan saya.. 

Foto-foto selama Kegiatan di pantai Tanjung Setia :